Ketiga adalah terkait ruang berkarya bagi mahasiswa untuk anak-anak Papua. Program kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Binus, UPH, dan JIU untuk terlibat sebagai student volunteer yang tergabung dalam komunitas KinCir.
Mereka berkontribusi sebagai penulis dan ilustrator, yang sekaligus belajar bekerja nyata bagi Papua.
“Tanpa program ini, mahasiswa kami tidak memiliki kesempatan untuk berkontribusi langsung sebagai student volunteer Kincir WVI. Inilah ruang berharga bagi mereka untuk berkarya dan bekerja nyata bagi Papua. Kami berharap semakin banyak kaum muda terlibat dalam gerakan literasi,” ucap Deputy Head of New Media Program Binus, Liliek Adelina Suhardjono.
Melalui program kolaborasi ini, WVI bersama Binus, UPH, dan JIU berharap dapat memperkuat budaya literasi dan mendukung anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, cakap, serta bangga akan budayanya.
Baca juga: Survei WVI: Baru 36,1 Persen Anak Kelas 3 SD Papua Punya Keterampilan Literasi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya