Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Literasi Papua, WVI dan Mitra Universitas Terbitkan Buku Cerita Anak

Kompas.com, 6 Januari 2026, 16:26 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) menerbitkan lebih dari 1.000 buku cerita untuk mengatasi tantangan literasi di Papua.

WVI berkolaborasi dengan Teach for Indonesia Bina Nusantara (Binus) University, Jakarta International University (JIU), dan Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam mendukung literasi di Papua melalui "Serah Terima Buku Baca Cerita Anak Papua Jilid 2".

Baca juga: 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari solusi atas tantangan aksesibilitas terhadap buku bacaan yang dihadapi anak-anak Papua.

“WVI percaya bahwa setiap anak berhak belajar dengan baik dan bermimpi," ujar Resource Development & Communications Director Wahana Visi Indonesia, Asteria Aritonang dalam keterangan tertulis, dilansir Selasa (6/1/2026).

WVI luncurkan buku cerita untuk masyarakat Papua

Rencananya, sebanyak 1.080 eksemplar buku cerita akan dihadirkan pada 45 rumah baca dampingan WVI di Papua untuk anak-anak dan para guru relawan setempat.

Dalam menyediakan buku bacaan di Papua, WVI memberikan tiga catatan penting. Apa saja?

Pengembangan literasi di Papua masih menantang

Pertama, mengembangkan literasi di Papua masih menjadi tantangan berat dan membutuhkan perhatian yang serius.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2024, tingkat literasi Papua hanya 47,57 persen. Persentase itu menunjukkan kesenjangannya dengan daerah lain di Indonesia perlu segera ditangani.

Hal itu menghambat masyarakat Papua, terutama anak-anak, dalam mencapai potensi terbaiknya dan mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

Baca juga:

Buku yang relevan dengan budaya Papua

WVI bersama Binus, JIU, dan UPH menghadirkan 24 buku cerita anak yang merefleksikan budaya, nilai, dan kehidupan masyarakat Papua.Dok. Unsplash/Asso Myron WVI bersama Binus, JIU, dan UPH menghadirkan 24 buku cerita anak yang merefleksikan budaya, nilai, dan kehidupan masyarakat Papua.

Kedua, cerita dalam buku relevan dengan budaya Papua. Melalui kolaborasi tersebut, WVI menghadirkan 24 buku cerita anak yang merefleksikan budaya, nilai, dan kehidupan masyarakat Papua.

Penulis buku-buku cerita tersebut merupakan pengajar dan pendamping masyarakat Papua, yang memahami konteks kehidupan anak secara langsung.

Dengan demikian, cerita dalam buku-buku tersebut akan terasa relevan dan dekat dengan kehidupan anak-ana di Papua.

Kolaborasi tersebut melanjutkan inisiatif literasi sejak 2024, yang pada tahap pertama menghasilkan 10 buku kontekstual Papua.

Pada tahap kedua, program diperluas dengan melibatkan UPH dan JIU, serta berkolaborasi dengan ilustrator yang melakukan riset dan diskusi mendalam bersama penulis.

Ilustrasi dibuat sesuai penggambaran budaya lokal setempat untuk memikat minat baca anak-aanak Papua.

"Kolaborasi ini menjadi bagian dari solusi atas tantangan akses buku bacaan bagi mereka. Bukan hanya bacaan yang menarik dan kreatif, namun juga relevan serta dekat dengan kehidupan anak-anak Papua,” tutur Asteria.

Baca juga: WVI Luncurkan Kampanye ENOUGH, Atasi Malnutrisi Anak

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau