Akan tetapi, hal tak terduga juga terjadi dalam penelitian baru ini.
"Kami mengira bahwa parasit tidak akan menginfeksi kupu-kupu saat kondisi panas. Kami juga mengira kupu-kupu raja yang memakan milkweed lebih beracun akan memiliki infeksi lebih sedikit. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya," papar Altizer.
Pada suhu yang lebih panas, parasit justru berkembang lebih baik dan menginfeksi lebih banyak kupu-kupu daripada yang diperkirakan para peneliti.
Pada suhu yang lebih panas, efek perlindungan dari milkweed beracun juga menghilang.
"Hal itu berarti di daerah-daerah di mana suhu meningkat, kita mungkin melihat peningkatan infeksi secara tidak proporsional. Dunia yang lebih hangat mungkin menjadi dunia yang lebih menyakitkan bagi kupu-kupu Monarch," tambah Altizer.
Baca juga: Simpan Satwa Dilindungi Secara Ilegal, Pria di Karawang Terancam 15 Tahun Penjara
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya