KOMPAS.com - Lingkungan yang menghangat membuat kupu-kupu raja (monarch butterfly) lebih rentan terhadap parasit, menurut penelitian terbaru dari University of Georgia (UGA), Amerika Serikat. Kupu-kupu raja yang terpapar suhu tinggi menjadi 22 persen kurang toleran terhadap infeksi.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Ecological Entomology ini menemukan, infeksi parasit Ophryocystis elektroscirrha pada kupu-kupu raja telah melonjak drastis, meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 2002.
Baca juga:
"Apa arti toleransi terhadap infeksi? Jika Anda terkena flu, itu adalah perbedaan antara Anda dirawat di rumah sakit atau hanya mengalami hidung tersumbat," kata penulis utama studi dan kepala departemen entomologi di Fakultas Pertanian dan Ilmu Lingkungan, University of Georgia, Sonia Altizer, dilansir dari Phys, Selasa (6/1/2026).
"(Kupu-kupu) monarchs mengalami dampak yang lebih parah jika terinfeksi saat suhu lebih tinggi," tambah dia.
Bila terinfeksi parasit, masa hidup kupu-kupu monarchs menjadi lebih pendek. Parasit yang ditemukan pada tahun 1960-an ini juga menyebabkan bentang sayap kupu-kupu lebih kecil dan berat badan lebih rendah.
Kupu-kupu raja terkenal karena migrasi jarak jauhnya yang luar biasa. Spesies ini juga sering dianggap sebagai indikator kesehatan lingkungan.
Infeksi parasit tersebut dapat memengaruhi kemampuan serangga ini untuk menyelesaikan migrasi tahunannya.
Baca juga:
Ilustrasi ulat kupu-kupu monarch. Penelitian menemukan suhu tinggi membuat kupu-kupu raja (monarch) 22 persen lebih rentan infeksi parasit yang makin meningkat.Dalam upaya menyelamatkan kupu-kupu raja, beberapa orang menanam milkweed di halaman rumah mereka.
Tanaman milkweed adalah satu-satunya tanaman tempat kupu-kupu raja dapat bertelur, serta ulatnya dapat makan.
Namun, manusia sering kali menanam milkweed tropis non-asli, yang dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah dengan iklim sedang.
Kendati demikian, hal tersebut tidak menyelesaikan semua masalah. Pasalnya, musim tanam yang lebih panjang tersebut memungkinkan kupu-kupu untuk menunda atau bahkan melewatkan migrasi pada musim dingin.
Hal tersebut memberi parasit lebih banyak waktu untuk menginfeksi kupu-kupu yang tetap tinggal.
Baca juga: Serangga Menghilang Cepat, Bahkan di Ekosistem Alami yang Tak Tersentuh
Penelitian menemukan suhu tinggi membuat kupu-kupu raja (monarch) 22 persen lebih rentan infeksi parasit yang makin meningkat.Selain itu, milkweed tropis juga sangat beracun dibandingkan dengan sebagian besar milkweed asli.
Sebenarnya kupu-kupu dapat menoleransi racun milkweed, bahkan serangga ini bisa menelan racun tersebut sampai batas tertentu. Hal ini juga membantu kupu-kupu raja untuk mempertahankan diri dari infeksi parasit.
Akan tetapi, hal tak terduga juga terjadi dalam penelitian baru ini.
"Kami mengira bahwa parasit tidak akan menginfeksi kupu-kupu saat kondisi panas. Kami juga mengira kupu-kupu raja yang memakan milkweed lebih beracun akan memiliki infeksi lebih sedikit. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya," papar Altizer.
Pada suhu yang lebih panas, parasit justru berkembang lebih baik dan menginfeksi lebih banyak kupu-kupu daripada yang diperkirakan para peneliti.
Pada suhu yang lebih panas, efek perlindungan dari milkweed beracun juga menghilang.
"Hal itu berarti di daerah-daerah di mana suhu meningkat, kita mungkin melihat peningkatan infeksi secara tidak proporsional. Dunia yang lebih hangat mungkin menjadi dunia yang lebih menyakitkan bagi kupu-kupu Monarch," tambah Altizer.
Baca juga: Simpan Satwa Dilindungi Secara Ilegal, Pria di Karawang Terancam 15 Tahun Penjara
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya