Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?

Kompas.com, 20 Januari 2026, 19:31 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Musim kawin penguin di Antartika dikabarkan maju beberapa hari dari biasanya. Para peneliti khawatir apakah hal tersebut bentuk adaptasi terhadap krisis iklim atau sebaliknya.  

Spesies penguin seperti Adélie, Chinstrap, dan Gentoo hidup di salah satu habitat yang paling cepat menghangat di bumi. Suhu di lokasi koloni tersebut bisa meningkat hingga empat kali lebih cepat daripada rata-rata Antartika.

Baca juga: 

Studi yang dipimpin oleh Penguin Watch di Universitas Oxford dan Universitas Oxford Brookes ini menyampaikan, kemungkinan pemanasan inilah yang menyebabkan penguin mulai memajukan musim kawin mereka.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kemungkinan akan ada ‘pemenang dan pihak yang kalah (dalam) perubahan iklim’ bagi spesies penguin ini,” kata penulis utama studi tersebut, Dr Ignacio Juarez Martínez, dilansir dari Euronews, Selasa (20/1/2026).

Musim kawin penguin di Antartika berubah, akibat krisis iklim?

Penguin gentoo alami perubahan terbesar

Ilustrasi penguin chinstrap. Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.Dok. Wikimedia Commons/Linar Khalitov Ilustrasi penguin chinstrap. Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.

Diterbitkan dalam Journal of Animal Ecology, penelitian mengungkap pergeseran fenologi yang juga bisa dialami oleh vertebrata mana pun hingga saat ini.

Fenologi adalah bagaimana peristiwa alam yang berulang, seperti pembiakan, berhubungan dengan iklim.

Para ilmuwan meneliti perubahan waktu kawin penguin antara tahun 2021 hingga tahun 2022, khususnya tanggal pertama penguin secara terus menerus menempati sarang.

Lebih dari 35 koloni yang jumlahnya hingga ratusan ribu sarang dipantau menggunakan 77 kamera time lapse.

Hasilnya menunjukkan bahwa musim kawin untuk ketiga spesies penguin yaitu Adélie, Chinstrap, dan Gentoo, maju daripada biasanya. 

Penguin Gentoo menunjukkan perubahan terbesar, dengan kemajuan rata-rata 13 hari per dekade. Di beberapa koloni yang paling terdampak pemanasan global, musim kawin penguin bahkan sudah mulai satu bulan lebih awal dari biasanya.

Sementara itu, penguin Adélie dan Chinstrap memajukan musim kawin mereka rata-rata 10 hari.

Baca juga:

Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.SHUTTERSTOCK/sirtravelalot Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.

Adapun penguin Gentoo disebut cenderung lebih "fleksibel" dan mampu memajukan musim kawin dengan cepat.

Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, populasi mereka mungkin masih bisa bertahan atau bahkan meluas ke wilayah baru yang sebelumnya terlalu dingin.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau