Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMI Luncurkan Data Risiko Iklim dan ESG Tingkat Negara

Kompas.com, 3 Februari 2026, 22:53 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Lembaga riset BMI baru-baru ini meluncurkan solusi data risiko iklim fisik dan ESG (Environment, Social, and Governance) tingkat negara yang baru.

Data ini bertujuan membantu investor dan perusahaan supaya dapat memahami lebih baik bagaimana risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola memengaruhi ekonomi serta industri.

Baca juga:

Layanan yang dikenal dengan layanan Risiko Iklim Fisik dan ESG Negara (ESG Country and Physical Climate Risk) ini menggunakan data alternatif dan data geospasial untuk mengukur secara kuantitatif, serta memantau dan memodelkan risiko terkait ESG di seluruh pasar global.

Menurut BMI, solusi ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan, khususnya ketika bahaya iklim dan tekanan ESG makin berpengaruh terhadap hasil finansial serta operasional, dilansir dari Know ESG, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: 

Solusi data risiko iklim fisik dan ESG

Data disebut lebih lengkap

BMI merilis solusi data risiko iklim fisik dan ESG tingkat negara. Data geospasial ini bantu investor membaca dampak iklim dan ESG.Dok. Freepik/Freepik BMI merilis solusi data risiko iklim fisik dan ESG tingkat negara. Data geospasial ini bantu investor membaca dampak iklim dan ESG.

BMI menyatakan bahwa layanan ESG Negara yang telah ditingkatkan ini menawarkan data ESG yang mendalam di berbagai indikator.

Indikator tersebut mencakup tingkat polusi, risiko iklim dan alam, kondisi hak asasi manusia, metrik gender dan kesehatan, hak politik, serta risiko kriminalitas dan konflik.

Dengan menyatukan poin-poin data ini, pengguna dapat menilai bagaimana tantangan ESG berbeda-beda di setiap negara dan bagaimana tantangan tersebut dapat berdampak pada industri tertentu.

Fitur utama dari data baru ini adalah penggunaan data geospasial untuk menilai risiko iklim fisik.

Layanan memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi dampak dari bahaya utama yang didorong oleh iklim serta bencana alam terhadap populasi dan berbagai jenis aset.

Penilaian mencakup skor intensitas dampak dan skenario jalur iklim hingga tahun 2050, yang memungkinkan dilakukannya perencanaan risiko jangka panjang.

BMI menyatakan bahwa indeks ESG Negara mencakup lebih dari 140 pasar di seluruh dunia. Indeks ini juga menyertakan data geospasial yang berkaitan dengan enam jenis utama bencana alam serta sepuluh kategori aset dan industri yang berbeda.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi titik rawan risiko iklim dan memahami sektor atau aset mana yang paling rentan terhadap gangguan terkait iklim.

Data yang mendukung industri

BMI merilis solusi data risiko iklim fisik dan ESG tingkat negara. Data geospasial ini bantu investor membaca dampak iklim dan ESG.Pexels/Guilherme Christmann BMI merilis solusi data risiko iklim fisik dan ESG tingkat negara. Data geospasial ini bantu investor membaca dampak iklim dan ESG.

Peluncuran data ini dinilai menjadi sebuah momentum yang pas untuk mendukung industri.

Pasalnya, risiko iklim bukan lagi sekedar isu yang tak terjamah tetapi sudah menyebabkan kerugian finansial, penundaan operasional, dan penurunan nilai aset.

Investor dan perusahaan pun berada di bawah tekanan yang kian besar untuk memasukkan faktor risiko ESG dan iklim ke dalam strategi mereka, terutama karena peristiwa cuaca ekstrem menjadi semakin sering terjadi dan makin parah.

Baca juga:

Kepala BMI, Lyndsey Anderson mengatakan, solusi baru ini dirancang untuk membantu klien merespons tantangan ini secara lebih efektif.

“Meningkatnya ancaman iklim menyebabkan kerugian finansial yang semakin besar, penundaan operasional, dan penyusutan aset,” kata Anderson.

“Kami yakin bahwa analisis dan data dampak risiko iklim fisik kami akan memberdayakan klien untuk lebih tepat mengidentifikasi titik-titik rawan risiko iklim dan aset yang rentan, yang pada gilirannya akan mendukung strategi ketahanan dan adaptasi mereka,” tambahnya.

Dengan peluncuran solusi data risiko iklim dan ESG tingkat negara yang telah diperluas ini, BMI bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih jelas kepada investor dan pelaku bisnis mengenai bagaimana isu-isu ESG serta bahaya iklim dapat membentuk kinerja ekonomi dan stabilitas industri di tahun-tahun mendatang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Pemerintah
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Pemerintah
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
Pemerintah
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Pemerintah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Pemerintah
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
Pemerintah
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Swasta
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
Pemerintah
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Pemerintah
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Swasta
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
Pemerintah
Potensi Bioetanol Limbah  Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
Potensi Bioetanol Limbah Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau