Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Leonardo A. A. T. Sambodo
Deputi Pangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas

Leonardo A. A. Teguh Sambodo, SP., MS., Ph.D. adalah Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup di Kementerian PPN/Bappenas yang dilantik pada Januari 2025. Ia fokus pada pembangunan rendah karbon, ekonomi hijau, dan bioekonomi untuk mencapai target Net Zero Emissions 2060.

Bab Baru Nilai Ekonomi Karbon

Kompas.com, 10 Maret 2026, 13:02 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pada akhirnya, Nilai Ekonomi Karbon harus dipahami sebagai instrumen kebijakan pembangunan yang utuh. Ia bukan sekadar mekanisme pasar yang berdiri sendiri, melainkan alat untuk mencapai kemakmuran yang tetap berpijak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

Penutup

Keberhasilan Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara tiga pilar utama, yaitu pasar, iklim, dan pembangunan.

Pasar yang sehat akan menciptakan efisiensi, sementara komitmen iklim menjaga ambisi kita untuk bumi yang lebih baik.

Namun, jantung dari kebijakan ini adalah dampak nyatanya bagi masyarakat. Tanpa peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja baru, dan adopsi teknologi modern, Nilai Ekonomi Karbon akan kehilangan makna sosialnya.

Oleh karena itu, kunci sukses transisi itu terletak pada tata kelola dan koordinasi yang solid. Kehadiran peraturan turunan yang jelas, peran Komite Pengarah yang efektif, serta sinergi erat antar-kementerian menjadi fondasi utama.

Ketika tata kelola berjalan dengan baik, elemen-elemen lainnya akan mengikuti secara alami. Harga karbon yang kompetitif akan terbentuk, proyek-proyek berkualitas akan bermunculan, bursa karbon akan semakin likuid, dan dampak pembangunan akan dirasakan secara nyata oleh publik.

Perpres Nomor 110 Tahun 2025 telah memberikan arah dan kerangka kebijakan yang kokoh bagi masa depan Indonesia. Babak baru ini akan benar-benar bermakna jika implementasinya dijalankan secara konsisten dan terintegrasi di semua sektor.

Dengan tata kelola yang kuat, Nilai Ekonomi Karbon bukan lagi sekadar konsep teknis, melainkan mesin penggerak utama yang akan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau