Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Para Penggemar K-pop Menanam Asa di Hutan Harapan...

Kompas.com, 12 Februari 2024, 08:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

BATANGHARI, KOMPAS.com – Jumat (9/2/2023) pagi hari, di tengah rintik hujan tips, Nasywa Azzahra (20) memasukkan bibit pohon merawan (Hopea mengerawan) ke dalam lubang berdiameter 5 sentimer (cm) dengan kedalaman sekitar 15 cm.

Di antara ilalang Hutan Harapan, Provinsi Jambi, tersebut, warga Bekasi, Jawa Barat (Jabar) ini kemudian menguruk tanah hingga permukaan kembali rata. Di samping bibit yang Nasywa tanam, terdapat kertas bertuliskan “Pohon Milik Hyunjin”.

Hyunjin salah satu personel grup vokal Stray Kidz dan Nasywa adalah penggemar oktet asal Korea Selatan itu. Selain menanam pohon atas nama Hyunjin, dia juga menanam beberapa pohon lain, salah satunya dengan nama grup vokal idolanya.

“Harapannya Hyunjin juga suka. Kalau ada program lain, biar dialokasikan ke lingkungan,” kata Nasywa.

Nasywa tidak sendiri, dia adalah salah satu dari 14 perwakilan penggemar musik pop Korea Selatan atau biasa dikenal K-pop yang mengikuti aksi tanam pohon di hutan dataran rendah yang berjarak sekitar 125 kilometer (km) dari ibu kota Provinsi Jambi tersebut.

Baca juga: AEON Store dan Living World Kota Wisata Tanam Pohon Bersama

Para penggemar K-pop mengikuti aksi menanam pohon di Hutan Harapan, Jambi, Jumat (9/2/2024).KOMPAS.com/DANUR LAMBANG PRISTIANDARU Para penggemar K-pop mengikuti aksi menanam pohon di Hutan Harapan, Jambi, Jumat (9/2/2024).

Berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Lampung, mereka mengikuti aksi menanam pohon di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Harapan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara bernama “Gerakan Adopsi Hutan” yang digelar bersama oleh news aggregator Too Much Information (TMI) Hari Ini, lembaga nonprofit Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi), dan pengelola Hutan Harapan.

Nasywa mengatakan, aksi menanam pohon yang dia ikuti tersebut tak lepas dari peran Stray Kidz yang kerap menginisasi berbagai donasi, termasuk menyasar lingkungan hidup.

Sebagai perwakilan pengelola akun X (dulu Twitter) @stayspedia_id, Nasywa mengungkapkan kegiatan tersebut juga merupakan sarana kampanye agar para penggemar K-pop lainnya lebih peduli terhadap lingkungan. Aksinya menanam pohon juga disebarluaskan melalui akun itu.

Faktor lain yang mendorong dia mau mewakili komunitasnya jauh-jauh ke Jambi untuk menanam pohon adalah pengalaman pahitnya dikepung kabut asap karhulta saat dia tinggal di Pekanbaru, Riau.

Bahkan, ketika duduk di bangku SMP medio 2018, Nasywa mengaku harus mengikuti pembelajaran dari rumah selama dua bulan karena kabut asap karhutla yang parah.

Baca juga: Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kupang, 750 Pohon Produktif Ditanam

Didorong idola

Nasywa Azzahra (20) menanam bibit pohon merawan dalam aksi tanam pohon bersama komunitas K-pop di Hutan Harapan, Jambi, Jumat (9/2/2024).ko Nasywa Azzahra (20) menanam bibit pohon merawan dalam aksi tanam pohon bersama komunitas K-pop di Hutan Harapan, Jambi, Jumat (9/2/2024).

Penyuka K-pop lainnya, Umi Sa’adah (28) mengaku mau mengikuti aksi menanam pohon tersebut karena ingin menuntaskan keinginannya sejak dulu. Kendati mendapat jatah dua pohon, Umi membantu peserta lainnya untuk menanam bibit-bibit pohon lainnya di sekitar area penanaman.

Penggemar solois asal Korea Selatan Lee Ji-eun alias IU tersebut dari dulu mengaku ingin mengikuti aksi menanam pohon. Namun, keinginannya tersebut selalu terbentur dengan situasi dan kondisi.

“Seru banget. Kalau bisa lebih sering, lebih baik lagi,” kata Umi yang bertolak dari Semarang, Jawa Tengah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
LSM/Figur
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
LSM/Figur
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Pemerintah
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Swasta
Tracer Study ungkap Lulusan IPB University Masuk Dunia Kerja Kurang dari 4 Bulan
Tracer Study ungkap Lulusan IPB University Masuk Dunia Kerja Kurang dari 4 Bulan
Pemerintah
Menghidupkan Kembali Green House Sekolah, Guru di Gorontalo Ajak Siswa Belajar dari Limbah
Menghidupkan Kembali Green House Sekolah, Guru di Gorontalo Ajak Siswa Belajar dari Limbah
LSM/Figur
RDF Rorotan Dinilai Efektif Kurangi Beban Sampah Jakarta
RDF Rorotan Dinilai Efektif Kurangi Beban Sampah Jakarta
Pemerintah
Bukan tentang Sampah, Pameran Seni Daur Ulang yang Libatkan Warga Jakarta
Bukan tentang Sampah, Pameran Seni Daur Ulang yang Libatkan Warga Jakarta
LSM/Figur
Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026
Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026
BUMN
Batalnya Pensiun Dini PLTU Cirebon-1: Transisi Energi Layu Sebelum Berkembang
Batalnya Pensiun Dini PLTU Cirebon-1: Transisi Energi Layu Sebelum Berkembang
LSM/Figur
Kemenhut Sebut 191.790 Hektar Hutan Dibuka untuk Tambang Ilegal
Kemenhut Sebut 191.790 Hektar Hutan Dibuka untuk Tambang Ilegal
Pemerintah
Rencana Inggris Atasi Zat Kimia Abadi PFAS yang Tahan Ratusan Tahun
Rencana Inggris Atasi Zat Kimia Abadi PFAS yang Tahan Ratusan Tahun
Pemerintah
Polusi Cahaya Kota Bisa Ganggu Sistem Biologis Hiu
Polusi Cahaya Kota Bisa Ganggu Sistem Biologis Hiu
LSM/Figur
Kemenhut Cabut Izin Operasional Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa dan Pekerja?
Kemenhut Cabut Izin Operasional Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa dan Pekerja?
Pemerintah
WWF Temukan 200 Spesies Terancam Punah di Maluku Barat Daya
WWF Temukan 200 Spesies Terancam Punah di Maluku Barat Daya
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau