Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Komitmen Indonesia Kelola Sumber Daya Air di Forum Unesco

Kompas.com - 06/11/2024, 19:58 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berkomitmen untuk mengelola sumber daya air di tingkat internasional. Hal itu disampaikan dalam forum The 31st Intergovernmental Hydrological Program (IHP) Regional Steering Committee Meeting for Asia and the Pacific di Seoul, Korea Selatan.

Pimpinan delegasi Indonesia dari Komite Nasional Indonesia untuk Program IHP UNESCO Budi Heru Santosa mengatakan, forum membahas isu kelangkaan air, banjir, dan pencemaran di kawasan Asia-Pasifik.

“Forum ini memungkinkan negara-negara anggota untuk berkolaborasi dalam mencari solusi atas tantangan seperti kelangkaan air, banjir, kekeringan, dan pencemaran, serta memperkuat kerja sama regional,” ungkap Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).

Baca juga:

Dia menyebut, komitmen Indonesia dalam forum tersebut ialah menekankan peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Menurut Budi, Indonesia tengah berupaya mencapai sustainable development goals (SDG) ke-6, yakni memastikan akses air bersih dan sanitasi untuk semua.

Ia pun menegaskan pentingnya tata kelola air berbasis sains untuk ketahanan suatu wilayah terhadap bencana air, dengan fokus pada tantangan too much, too little, too dirty water. Artinya, kondisi air yang berlebihan, kurang, atau tercemar di kawasan Asia-Pasifik karena perubahan iklim.

Budi kemudian mengusulkan pembuatan ringkasan eksekutif untuk setiap edisi Catalogue of Hydrological Analysis (CHA), yang disetujui untuk diterjemahkan ke dalam bahasa anggota Asia-Pasifik.

Ringkasan ini akan memudahkan penyebaran informasi penting kepada pembuat kebijakan, sehingga dapat meningkatkan respons terhadap isu hidrologi di kawasan tersebut.

“Hal ini membutuhkan upaya kolaboratif dalam berbagi pengetahuan, data, dan informasi pada tingkat regional,” ujar dia.

Baca juga:

Indonesia turut menyampaikan pencapaian penting dalam pelaksanaan UNESCO IHP-IX yaity Climate Literacy for Youth untuk menyiapkan generasi muda dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), dan pembentukan Indonesian Water Security Index.

Upaya ini sejalan dengan tujuan IHP untuk membangun ketahanan air melalui kolaborasi regional dan pengelolaan air berbasis sains.

Selain itu, delegasi Indonesia turut berpartisipasi dalam The 7th Catalogue of Hydrologic Analysis Workshop dengan tema kekeringan dan kelangkaan air.

Sekretaris Komite Nasional Indonesia untuk IHP Unesco Ali Rahmat mengemukakan, tantangan kekeringan di Indonesia dan praktik yang telah diimplementasikan untuk mengelola dampaknya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Swasta
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau