Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 PLTP Terbesar di Dunia, 2 Ada di Indonesia

Kompas.com, 11 Mei 2023, 15:00 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Energi panas bumi adalah salah satu sumber energi terbarukan yang biasanya terdapat di beberapa negara yang memiliki gunung berapi.

Salah satu kegunaan energi panas bumi adalah bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dengan teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Beberapa negara yang memiliki potensi panas bumi telah membangun PLTP untuk memenuhi kebutuhan listrik dari energi terbarukan. Di antaranya ada PLTP dengan kapasitas terpasang yang besar.

Berikut 10 PLTP terbesar di dunia hingga 2022 sebagaimana Kompas.com rangkum dari Statista dan Kementerian ESDM.

Baca juga: Potensi Panas Bumi di Indonesia Berdasarkan Pulau

10. PLTP Tiwi, Filipina

PLTP Tiwi terletal di Albay, Filipina, dengan total kapasitas terpasang 289 MW sebagaimana dilansir dari Statista.

PLTP ini sudah beroperasi sejak tahun 1979 dan merupakan salah satu PLTP tertua yang masih beroperasi di dunia.

9. PLTP Sarulla, Indonesia

PLTP Sarulla memiliki kapasitas terpasang 330 MW dan terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia.

PLTP ini adalah yang pertama di Indonesia yang menggunakan tiga metode dalam pembangkitannya yaitu condensing, bottomic, dan binary. Ketiga metode ini disebut efisien dalam memanfaatkan uap dan produk uap (brine).

Baca juga: Daftar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia Beserta Lokasinya

8. PLTP Salton Sea, AS

PLTP Salton Sea memiliki kapasitas terpasang 340 MW dan terletak di Negara Bagian California, AS.

Wilayah tempat PLTP Salton Sea berada diprediksi memiliki banyak potensi panas bumi di “Negeri Paman Sam”.

7. PLTP Salak, Indonesia

Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berpotensi menjadi andalan dalam transisi energi baru terbarukan (EBT). Dok. Pertamina Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berpotensi menjadi andalan dalam transisi energi baru terbarukan (EBT).

PLTP Salak terletak di Taman Nasional Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari Kementerian ESDM.

Pembangkit ini terintegrasi dengan PLTP Kamojang 140 MW dan PLTP Darajat 55 MW dalam PLTP Kamojang Power Generation O&M Services Unit (POMU) dengan total kapasitas 375 MW.

Saat ini, Star Energy Geothermal Salak (SEGS) tengah berupaya meningkatkan produksi energi listrik PLTP Gunung Salak dengan membangun Binary Geothermal Power Plant.

Baca juga: Peta Potensi Panas Bumi Jawa Tengah

6. PLTP Malitbog, Filipina

PLTP Malitbog memiliki kapasitas terpasang sebesar 377 MW dan terletak di Visayas Timur, Filipina.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Pemerintah
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
LSM/Figur
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Pemerintah
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
LSM/Figur
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
LSM/Figur
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Pemerintah
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Pemerintah
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Pemerintah
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
LSM/Figur
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Pemerintah
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
LSM/Figur
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
LSM/Figur
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
LSM/Figur
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
LSM/Figur
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau