Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 Mei 2023, 15:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Energi panas bumi adalah salah satu sumber energi terbarukan yang potensinya melimpah ruah di Indonesia.

Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar karena dilewati cincin api pasifik atau ring of fire.

Salah satu pemanfaatan energi panas bumi adalah digunakan sebagai pembangkit listrik. Teknologi yang dipakai adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): Cara Kerja, Jenis, dan Komponennya

Dilansir dari Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2022 yang dirilis Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi energi panas bumi sebesar 23.766 megawatt (MW).

Dari jumlah tersebut, potensi panas bumi terbesar di Indonesia terletak di Pulau Sumatera dengan total potensi 9.517 MW.

Berdasarkan Buku Potensi Panas Bumi yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017, teridentifikasi 331 titik potensi panas bumi yang tersebar di 30 provinsi.

Dari 331 titik potensi panas bumi tersebut, sebanyak 70 di antaranya telah ditetapkan sebagai 70 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan sisanya merupakan wilayah terbuka.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Energi Panas Bumi

Potensi panas bumi di Sumatera

Dilansir dari Buku Potensi Panas Bumi, berikut WKP dan potensi panas bumi yang ada di Sumatera berdasarkan provinsi.

Provinsi Aceh

  • WKP Geureudong
  • WKP Jaboi
  • WKP Seulawah Agam
  • Potensi Alue Long ­ Bangga
  • Potensi Alur Canang
  • Potensi Brawang Buaya
  • Potensi Dolok Perkirapan
  • Potensi Gunung Kembar
  • Potensi Kafi
  • Potensi Kaloi
  • Potensi Lokop
  • Potensi Meranti
  • Potensi Silih Nara
  • Potensi Simpang Balik
  • Potensi Tangse

Provinsi Sumatera Utrara

  • WKP Sorik Marapi ­ Roburan ­ Sampuraga
  • WKP Sipoholon Ria Ria
  • WKP Simbolon Samosir
  • WKP Gunung Sibual - Buali
  • WKP Gunung Sibayak – Gunung Sinabung
  • Potensi Dolok Marawa
  • Potensi Pincurak
  • Potensi Sibubuhan

Provinsi Sumatera Barat

  • WKP Bonjol
  • WKP Gunung Talang ­Bukit Kili
  • WKP Liki Pinangawan ­Muaralaboh
  • Potensi Cubadak
  • Potensi Kota Baru Merapi
  • Potensi Lubuk Sikaping
  • Potensi Maninjau
  • Potensi Panti
  • Potensi Pariangan
  • Potensi Simisuh
  • Potensi Situjuh
  • Potensi Sumani
  • Potensi Surian
  • Potensi Talago Biru
  • Potensi Talu

Provinsi Riau

  • Potensi Kepanasan
  • Potensi Pasir Pangaraian
  • Potensi Sahilan
  • Potensi Sungai Pinang

Provinsi Jambi

  • WKP Graho Nyabu
  • WKP Sungai Penuh
  • Potensi Geragai
  • Potensi G. Kaca
  • Potensi G. Kapur
  • Potensi Sungai Betung
  • Potensi Sungai Tenang

Provinsi Bengkulu

  • WKP Kepahiang
  • WKP Huluais
  • Potensi Suban Ayam
  • Provinsi Bangka Belitung
  • Potensi Terak
  • Potensi Buding
  • Potensi Dendang
  • Potensi Nyelanding
  • Potensi Pemali
  • Potensi Permis
  • Potensi Sungai Liat/Pelawan

Provinsi Sumatera Selatan

  • WKP Danau Ranau
  • WKP Lumut Balai - Margabayur
  • WKP Rantau Dedap
  • WKP Tanjung Sakti
  • Potensi Wai Selabung

Provinsi Lampung

  • WKP Gunung Rajabasa
  • WKP Sekincau
  • WKP Way Ratai
  • WKP Gunung Waypanas
  • Potensi Natar
  • Potensi Fajar Bulan
  • Potensi Suoh Antatai
  • Potensi Wai Umpu

Baca juga: Pemanfaatan Panas Bumi di Indonesia

PLTP di Sumatera

Hingga 2021, total potensi panas bumi yang baru dimanfaatkan menjadi PLTP masih sangat sedikit yaitu baru sebesar 2.286 MW.

Total kapasitas terpasang PLTP di Sumatera masih kecil yaitu sebesar 789,4 MW dari total potensi 9.517 MW.

Di Sumatera, ada enam PLTP yang terlah beroperasi. Berikut daftarnya sebagaimana dilansir dari situs web Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

PLTP Sorik Marapi

  • Kapasitas terpasang: 87,4 MW
  • Lokasi: Sumatera Utara

PLTP Sibayak

  • Kapasitas terpasang: 12 MW
  • Lokasi: Sumatera Utara

PLTP Lumut Balai

  • Kapasitas terpasang: 55 MW
  • Lokasi: Sumatera Utara

PLTP Sarulla

  • Kapasitas terpasang: 330 MW
  • Lokasi: Sumatera Utara

PLTP Muara Laboh

  • Kapasitas terpasang: 85 MW
  • Lokasi: Sumatera Barat

PLTP Ulubelu

  • Kapasitas terpasang: 220 MW
  • Lokasi: Lampung

Baca juga: Peta Potensi Panas Bumi Jawa Tengah

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau