Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaga Ekosistem Laut, PIS Ajak Pelajar Tanam 1.500 Bakau di Pulau Terdepan

Kompas.com, 26 September 2023, 17:00 WIB
Add on Google
Hadi Maulana,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berupa penanaman 1.500 mangrove atau bakau di pesisir laut pulau terdepan, yakni di Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Pulau ini selain berhadapan langsung dengan Singapura yang terbilang sangat dekat, Pulau Belakang Padang merupakan pulau yang berdekatan dengan area Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Pulau Sambu, PT Pertamina Energy Terminal (PET).

Penanaman 1.500 bakau tersebut dilakukan sekaligus sebagai agenda memperingati Hari Maritim Nasional ke-59.

Baca juga: Pemetaan Ekosistem Mangrove di Kota-kota Pesisir

Corporate Secretary PIS M Aryomekka Firdaus mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian program TJSL Pertamina Lestari dan Ocean Literacy sebagai program keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir yang bertajuk ‘BerSEAnergi untuk Laut’.

"Pada Hari Maritim Nasional, melalui kegiatan ini kami berkomitmen untuk menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak sesuai dengan amanat pemerintah Indonesia," kata Aryomekka melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (26/9/2023).

Aryomekka menjelaskan, penanaman bakau ini diharapkan dapat menjaga habitat ekosistem laut di sekitar pesisir yang berdekatan dengan fuel terminal Pulau Sambu. Kegiatan ini juga sekaligus berkontribusi mengurangi emisi karbon dioksida (CO2).

Sementara itu, Camat Kecamatan Belakangpadang Yudi Admajianto pun mengapresiasi PIS yang telah mencanangkan program penanaman 1.500 bakau di Pulau Belakangpadang.

Baca juga: 60.000 Hektare Lahan Mangrove Sulawesi Selatan Berpotensi Masuk Perdagangan Karbon Dunia

"Melalui kegiatan ini, kami siap berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, bakau dapat menjaga ekosistem laut yang hampir rapuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terang Yudi.

Pada kesempatan ini, Pertamina juga turut memberikan edukasi kemaritiman dan pengenalan lingkungan bisnis Subholding Integrated Marine Logistic (SH IML).

Ada pula bantuan berupa beasiswa pendidikan untuk 120 siswa berprestasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Batam.

Secara keseluruhan, sudah ada sekitar 4.000 bakau yang ditanam PIS di sepanjang pesisir laut yang dekat dengan area-area operasi Pertamina.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau