Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemanasan Global Makin Parah, 216 Juta Orang Berpotensi Jadi "Migran Iklim"

Kompas.com, 2 Oktober 2023, 11:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Beberapa faktor tersebut seperti bencana terkait iklim seperti banjir, penurunan produktivitas pertanian, kelangkaan air, kekeringan, dan suhu ekstrem.

Dedeoglu mengatakan, kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh pemanasan global menyebabkan hilangnya lahan dan akibatnya adalah migrasi.

Dia menambahkan, konflik yang timbul dari meningkatnya persaingan atas sumber daya alam juga dapat mendorong migrasi iklim.

“Migrasi semacam ini dapat terjadi di seluruh dunia akibat bencana yang disebabkan oleh krisis iklim," kata Dedeoglu.

"Misalnya, Badai Katrina di AS pada 2005 menyebabkan salah satu peristiwa migrasi terbesar dalam sejarah AS, dengan 1,5 juta orang berpindah, 300.000 orang menetap, dan 107.000 orang bermigrasi secara ilegal," ucap Dedeoglu.

Baca juga: Kurang dari Separuh Warga Asia Tenggara Yakini Perubahan Iklim Ancaman Serius Bagi Negara

Dedeoglu mencatat, dalam kasus migrasi iklim, orang-orang pada awalnya memilih wilayah di negara mereka sendiri.

Namun, seiring dengan meningkatnya dampak global dari krisis iklim, mungkin akan ada lebih banyak migrasi lintas negara di masa depan.

Pada 2013, terdapat permohonan pengungsi terkait krisis iklim dari Kiribati ke Selandia Baru, namun permohonan tersebut ditolak.

"Ada definisi pengungsi yang diuraikan dalam Konvensi Jenewa, dan migrasi yang disebabkan oleh perubahan iklim tidak mencakup hal tersebut," ucap Dedeoglu.

"Jutaan orang yang menghadapi masalah ini tidak termasuk karena belum ada peraturan yang mengaturnya," sambungnya Dedeoglu.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingatkan, Hati-hati Ancaman Perubahan Iklim

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau