Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga NTT Tak Lagi Bertaruh Nyawa untuk Dapat Air Bersih

Kompas.com, 23 Oktober 2023, 10:00 WIB
Add on Google
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

"Mereka tersebar di dua dusun yakni Dusun I Oja dan Dusun II Nanggepanda," kata Kanisius.

Selain untuk warga, air bersih ini juga diperuntukan untuk fasilitas umum lainnya seperti satu Taman Kanak-kanak, satu Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), Puskesmas Pembantu dan Gereja.

Dia menjelaskan, sarana dan prasarana penyediaan air bersih yang telah dibangun yakni tiga unit bak kaptering, dua unit bak reservoir dengan sistem perpipaan dan empat unit tugu keran yang dilengkapi dengan meteran air.

Sumber air yang digunakan berada di bagian barat wilayah desa dengan permukaan lebih rendah dari permukiman warga.

Di wilayah tersebut terdapat tiga titik sumber mata air yang dibangun dengan tiga unit bak kaptering dan perpipaan menggunakan sistem grafitasi menuju bak reservoir yang berlokasi di Wolotende.

Kemudian, dilanjutkan dengan sistem pemompaan untuk mengangkat air dengan jarak sekitar 500 meter menuju bak reservoir di permukaan paling tinggi yang berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Nangapanda.

Dari bak itu, kemudian diteruskan menuju tugu keran yang berada di dua dusun.

Agar program ini tetap berlanjut, pihaknya telah membentuk Kelompok Pengelola Sistem Persediaan Air Minum (KPSPAM) dan telah dibekali dengan pelatihan yang difasilitasi oleh yayasan Baitul Hikmah.

"Untuk menyedot air ini harus menggunakan listrik, sehingga setiap kepala keluarga kita wajibkan menyetor Rp 15.000 per bulan untuk biaya pulsa listrik," ucap Kanisius..

Dia pun berterima kasih kepada pihak Pertamina yang telah memberikan perhatian kepada warganya.

"Program CSR Pertamina sangat membantu kami masyarakat Desa Tendambepa, terutama dua dusun ini," katanya.

Anak-anak juga lanjut Kanisius, tidak lagi membawa air satu jeriken setiap paginya saat ke sekolah.

"Akhirnya, penderitaan kami selama bertahun-tahun yang hampir tidak bisa terpecahkan dari waktu ke waktu bisa selesai," ujar Kanisius.

Apresiasi Pemerintah Daerah Ende

Bupati Ende Djafar Achmad meresmikan sarana air bersih di Desa Tendambepa, pada Selasa (05/09/2023) lalu.

Djafar mengapresiasi PT Pertamina (Persero) dan juga Yayasan Baitul Hikmah karena telah peduli dan memberikan kontribusi dalam penanganan permasalahan air bersih dan sanitasi di wilayah Kabupaten Ende.

"Saya sendiri yang meresmikan bantuan CSR Pertamina itu," kata Djafar, kepada Kompas.com, di Ende, Minggu (22/10/2023).

Djafar berharap, masyarakat Desa Tendambepa merawat dan menjaga sarana yang telah dibangun ini, agar dapat memenuhi kebutuhan air minum dalam jangka waktu yang lama.

"Kami juga mengharapkan kepada Pertamina, agar tetap memperhatikan Ende, terutama pada kantong-kantong kemiskinan dan stunting," imbuhnya.

Area Manager Communication, Relation & CSR Ahad Rahedi menambahkan, bantuan yang diberikan berupa pembangunan bak tampung serta pipanisasi pendukungnya.

"Sekarang sumber air bersih sudah lebih mudah didistribusikan dan bisa dirasakan manfaatnya lebih cepat oleh warga Desa Tendambepa untuk minum, cuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata dia.

Selain infrastruktur, Pertamina juga memberikan beberapa pelatihan atau edukasi kepada warga untuk mengelola air dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang bekerja sama dengan petugas Puskesmas di Desa Tendambepa.

"Kami berharap ke depannya program ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dikelola dengan baik demi kepentingan seluruh warga Desa Tendambepa,” pungkasnya. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau