Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelar Pesta Rakyat Flobamoratas, Pemuda NTT Suarakan Krisis Iklim

Kompas.com, 29 Oktober 2023, 19:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Voices for Just Climate Action (VCA) menggandeng Event Organizer Manusia Event, menggelar Pesta Raya Flobamoratas 2023.

Pesta Rakyat Flobamoratas (PRF) 2023 itu bertujuan untuk menyuarakan aksi pencegahan iklim di tingkat lokal.

Peluncuran kegiatan itu digelar di area Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (28/10/2023), yang bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Penanggungjawab PRF 2023 Muhammad Ridwan Arif mengatakan, aksi ini dilakukan melalui berbagai kegiatan yakni peningkatan kapasitas bagi masyarakat, advokasi dan membangun narasi positif yang terkait dengan mencegah perubahan iklim.

Termasuk film dokumenter yang akan ditayangkan pada puncak kegiatan Flobamoratas tanggal 3 dan 4 November 2023 mendatang.

Baca juga: Generasi Muda Desak Komitmen Capres dan Cawapres Tangani Krisis Iklim

"Kami melakukan pendokumentasian praktik-praktik baik yang sudah dilakukan oleh local champion," kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan, contoh-contoh terbaik dalam menjaga perubahan iklim di NTT akan dibawa ke pentas Nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia PRF 2023 Gilbert Dwi Samdi mengatakan, pihaknya membagi kegiatan Pesta Rakyat Flobamoratas ini dalam tiga bagian yaitu 'Baku Dukung' atau mendukung yang digelar di 10 kota di NTT.

Kegiatan ini mengajak komunitas di kota-kota ini agar memiliki visi yang sama dalam mencegah perubahan iklim.

"Kemudian dilanjutkan dengan peluncuran program dan terakhir acara utama yang juga akan digelar di Kota Kupang," ujar Gilbert.

Acara utama ini bakal diisi dengan pameran budaya, pertunjukan seni, nonton film bersama, dan atraksi lainnya yang sedang dipersiapkan, serta penanaman 500 bibit mangrove di pantai Teluk Kupang.

"Tentunya akan ada banyak atraksi menarik lainnya yang kita pakai untuk bisa menarik masyarakat umum agar dapat berpartisipasi dalam gerakan sedang kita lakukan ini supaya bisa memantau kestabilan iklim saat ini," tambah Gilbert.

Baca juga: Kerangka Kerja Baru UNEP: Limbah Kimia Setara dengan Krisis Iklim

Kegiatan dengan tema Semangat Flobamoratas Tanpa Batas ini juga menggunakan hastag #adiluntukbumi, tanpa dibatasi usia, gender dan geografis.

"Yang pastinya, kita bergabung menjadi satu, dan kali ini kita bersuara tentang aksi iklim. Untuk perjuangan pakai hastag tersebut," tuntasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau