Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejumlah Pihak Peringatkan Taktik “Greenwashing” Terselubung Energi Fosil dalam COP28

Kompas.com, 6 November 2023, 18:00 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Di sisi lain, lanjut Elgendy, mereka juga mengadopsi apa yang disebutnya sebagai pendekatan iklim yang “tidak lazim”.

“Di mana kuncinya bukanlah mengurangi karbon, namun mengelola karbon. Menggunakannya kembali dan mendaur ulangnya dan pada akhirnya kami akan menyimpannya di bawah tanah,” tuturnya.

Baca juga: Presiden-Tertunjuk COP28 Desak Negara G20 Tunjukkan Solidaritas terhadap Aksi Iklim

Kehabisan waktu

Bukannya langsung berkomitmen mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, sejumlah perusahaan minyak raksasa menggembar-gemborkan teknologi yang sebelumnya terpinggirkan sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengurangi emisi.

Tekonolgi yang mereka usulkan tersebut tak lain dan tak bukan adalah penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).

CCS diterapkan untuk mencegah pelepasan emisi karbon dengan menyedot gas buang dari pembangkit listrik. Selain itu, ada CCS yang berfungsi menangkap emisi karbon langsung dari udara.

Emisi karbon yang ditangkap akan disimpan di dalam perut Bumi.

Kedua teknologi tersebut sebenarnya terbukti berhasil, namun masih jauh dari kematangan dan skalabilitas komersial.

Baca juga: Menuju COP28, Menanti KTT Iklim yang Ambisius

Perusahaan-perusahaan minyak dan gas juga getol mengampanyekan skema perdagangan kredit karbon.

Skema ini telah lama dikritik oleh aktivis lingkungan karena transparansi yang buruk, praktik licik, dan konflik kepentingan yang tertanam di dalamnya.

Menurut Elgendy, solusi-solusi yang diserukan perusahaan energi fosil tersebut membutuhkan waktu beberapa tahun agar bisa berjalan. Akan tetapi, manusia tidak punya banyak waktu lagi.

Pada September, Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia harus segera meninggalkan energi fosil.

“Kita harus mengganti waktu yang terbuang dengan menyeret kaki, memutarbalikkan tangan, dan keserakahan dari kepentingan yang sudah mengakar dan meraup miliaran dollar AS dari bahan bakar fosil,” kata Guterres.

Baca juga: Berkenalan dengan Daffa Praditya, Anak Muda Indonesia yang Hadiri COP27 di Mesir untuk Suarakan Krisis Iklim

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau