Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Desember 2023, 13:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Euronews

Transisi energi terbukti menjadi salah satu opsi yang paling menjanjikan, dan pelabuhan tersebut kini menyelenggarakan kursus serta menjadi tuan rumah KTT Hidrogen Dunia.

“Kami bekerja sama untuk mengembangkan rantai nilai berdasarkan listrik ramah lingkungan, hidrogen, dan karbon sirkular untuk menggantikan penggunaan dan produksi bahan bakar fosil saat ini," jelas Ahmed.

Dan pihaknya bertindak sebagai duta pendekatan transisi energi Belanda. Kunjungannya ke COP28 sesuai dengan peran ini.

Mengenal diplomasi air Belanda

Aktivitas Rotterdam merupakan bagian penting dari ‘diplomasi air’ Belanda yakni upaya untuk memposisikan suatu negara di tingkat internasional sebagai ahli air dan dengan demikian berperan dalam mengurangi konflik atas sumber daya air.

Lembaga pemikir Institut Hubungan Luar Negeri Belanda Clingendael menyarankan diplomasi air sebagai topik kebijakan luar negeri dalam laporannya pada tahun 2011.

Sejak tahun 2015, Belanda memiliki duta perairan atau Special Envoy for International Water Affairs. Henk Ovink bertugas membangun hubungan global antara pemerintah, organisasi multilateral, sektor swasta, dan LSM untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah air.

Rotterdam menjadi tuan rumah Pusat Adaptasi Global, yang berlabuh di kantor terapung pertama di dunia. Tahun lalu, negara ini menjadi tuan rumah KTT Adaptasi Afrika, saat para kepala negara Afrika dan para pemimpin organisasi multilateral membahas kebutuhan benua tersebut akan pendanaan iklim.

Baca juga: Teknik Bioswale dan Rain Garden untuk Pengurangan Risiko Banjir

Dalam pidato pembukaannya, Ahmed menampilkan Rotterdam sebagai laboratorium hidup adaptasi iklim, sebuah karya bagi dunia.

Manfaat ekonomi dari memposisikan Belanda sebagai ahli air sangatlah besar, dan Rotterdam kembali memainkan peran penting.

“Kerangka kebijakan internasional Rotterdam berfokus pada promosi perdagangan dan investasi. Mengingat tujuan kebijakan ini, Rotterdam berupaya untuk berkolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pengetahuan dalam kegiatan internasionalnya, juga di sektor air," tutur Ahmed.

Setiap solusi terhadap perubahan iklim yang dilakukan kota ini memiliki fungsi ganda yaitu melindungi dan memajukan kota.

Menurut Jeroen Kramer, juru bicara pusat pengunjung di dekat gelombang badai Maeslantkering, setiap kali bencana alam yang berhubungan dengan air melanda suatu tempat di dunia, delegasi asing dari negara tersebut akan segera datang.

Hal ini menguntungkan perusahaan teknik Belanda. Beberapa tahun setelah mengembangkan strategi adaptasi iklim pertamanya dengan dukungan Rotterdam, Kota Ho Chi Minh di Vietnam memulai kemitraan pemerintah-swasta dalam perlindungan banjir.

Sebuah konsorsium perusahaan Belanda, termasuk Royal HaskoningDHV, Van Oord, dan CDR International B.V., akan mengembangkan rencana bisnis untuk kota tersebut.

Pada tahun 2018, misi ekonomi Belanda ke Vietnam dan Malaysia sebagian besar berfokus pada pengelolaan air dan membangun ketahanan.

Brosur misi tersebut menyatakan bahwa Belanda memiliki infrastruktur transportasi air terbaik di dunia. Sekitar 40 perusahaan bergabung dalam misi ini, termasuk raksasa perairan Belanda Boskalis dan Van Oord, serta Otoritas Pelabuhan Rotterdam.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau