Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/03/2024, 11:36 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerjasama dengan organisasi filantropi, Tanoto Foundation, mengembangkan modul pembelajaran digital.

Modul ini bertujuan meningkatkan kapasitas 1,5 juta kader posyandu dalam menguasai 25 kompetensi dasar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kader posyandu adalah ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, saya harap implementasi learning management system dapat segera dilakukan secara nasional, sehingga para kader memiliki 25 keterampilan dasar," kata Menteri Budi melalui keterangannya, dikutip dari Antara, Senin (11/3/2024).

Baca juga: Tak Hanya Kesehatan, Puntung Rokok Juga Merusak Lingkungan

Kompetensi itu, ia menjelaskan, meliputi kemampuan menjelaskan penggunaan buku kesehatan ibu dan anak, kemampuan melakukan edukasi ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI kaya protein hewani sesuai umur balita, hingga kemampuan menerapkan komunikasi antarpribadi.

Sebagai informasi, kolaborasi antara Tanoto Foundation dan Kementerian Kesehatan di bidang peningkatan kapasitas kader posyandu dan akselerasi transformasi digital kesehatan telah dimulai sejak 2023.

“Saat ini, semua 78 modul pelatihan kader posyandu sudah dimasukkan ke platform Plataran Sehat, yaitu sistem manajemen pembelajaran yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan," ujar Country Head Tanoto Foundation Indonesia Inge Kusuma.

Adapun uji coba pelatihan dan penggunaan modul digital oleh kader posyandu, tengah dijalankan di tiga kabupaten yang tersebar di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat.

Transformasi digital kesehatan

Lebih lanjut, Inge mengatakan pihaknya memang mendukung percepatan transformasi digital kesehatan.

Baca juga: Sukses BPJS Kesehatan, Dipelajari Negara Luar hingga Raih Penghargaan

Utamanya dalam percepatan perbaikan Master Data Index untuk memungkinkan terjadinya integrasi lintas sistem dan aplikasi.

Integrasi dengan sistem Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dilakukan untuk mencatat hasil pelayanan kesehatan dan memonitor data perkembangan pasien program di semua unit kesehatan layanan primer seperti puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu dengan platform SATUSEHAT.

Ia menjelaskan, integrasi itu bertujuan memastikan pelayanan yang semakin tepat sasaran, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Adapun Tanoto Foundation telah bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk program percepatan penurunan angka stunting di Indonesia sejak 2018.

Tanoto Foundation telah mengalokasikan dana Rp 16 miliar untuk pengembangan modul pembelajaran digital bagi kader posyandu, dan pengembangan sistem SATUSEHAT.

Baca juga: Cegah Stunting, WIKA dan WIKA Realty Salurkan Bantuan Kesehatan

Selain itu, Tanoto Foundation bersama APRIL Group juga memberi dukungan penyediaan alat-alat kesehatan serta pelatihan tenaga kesehatan di 29 puskesmas di Provinsi Riau.

Menteri Budi mengapresiasi Tanoto Foundation yang terus membantu pemerintah dengan mendukung program khusus di bidang kesehatan.

“Masalah kesehatan adalah tugas kita bersama. Kami apresiasi Tanoto Foundation yang telah mengambil peran di dalamnya," pungkasnya.

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kisah 'Palet Hitam' hingga Panel Surya, Jejak Bisnis Keberlanjutan FKS Group di Jawa Timur

Kisah "Palet Hitam" hingga Panel Surya, Jejak Bisnis Keberlanjutan FKS Group di Jawa Timur

Swasta
Sampah Bikin Gelisah, Mahasiswa UGM Edukasi Lewat Permainan Papan

Sampah Bikin Gelisah, Mahasiswa UGM Edukasi Lewat Permainan Papan

Pemerintah
12 Tahun Terakhir, Rata-rata Suhu Bumi Sudah Naik 1,5 Derajat Celsius

12 Tahun Terakhir, Rata-rata Suhu Bumi Sudah Naik 1,5 Derajat Celsius

LSM/Figur
Aktif Lestarikan Lingkungan, PT GNI Ajak Masyarakat Partisipasi dalam Aksi Bersih-bersih Desa

Aktif Lestarikan Lingkungan, PT GNI Ajak Masyarakat Partisipasi dalam Aksi Bersih-bersih Desa

Swasta
18 Perusahaan Dituntut Ganti Rugi Lingkungan Rp 6,1 Triliun karena Karhutla

18 Perusahaan Dituntut Ganti Rugi Lingkungan Rp 6,1 Triliun karena Karhutla

Pemerintah
Siap Kerja, 10 Sahabat Disabilitas Raih Sertifikasi BNSP MUA Bakti BCA

Siap Kerja, 10 Sahabat Disabilitas Raih Sertifikasi BNSP MUA Bakti BCA

Swasta
UKI dan USC Berkolaborasi, Hadirkan Mata Kuliah Pengenalan AI

UKI dan USC Berkolaborasi, Hadirkan Mata Kuliah Pengenalan AI

Swasta
AS dan RI Teken Pengalihan Utang, Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

AS dan RI Teken Pengalihan Utang, Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

Pemerintah
Konservasi Terumbu Karang, YKAN Rilis Koralestari di Kaltim dan NTT

Konservasi Terumbu Karang, YKAN Rilis Koralestari di Kaltim dan NTT

LSM/Figur
Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Penduduk Jadi Ancaman Ketahanan Pangan

Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Penduduk Jadi Ancaman Ketahanan Pangan

LSM/Figur
Memahami Higienitas Industri, Poin Penting untuk Pastikan Kenyamanan di Lingkungan Kerja Pengolahan Mineral

Memahami Higienitas Industri, Poin Penting untuk Pastikan Kenyamanan di Lingkungan Kerja Pengolahan Mineral

Swasta
Konsumsi Energi RI pada 2023 Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

Konsumsi Energi RI pada 2023 Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

Pemerintah
IUP Batu Bara untuk Ormas Keagamaan dan Pergeseran Wacana Nasionalisme

IUP Batu Bara untuk Ormas Keagamaan dan Pergeseran Wacana Nasionalisme

Pemerintah
IESR: Power Wheeling dapat Tarik Investasi Perusahaan Multinasional

IESR: Power Wheeling dapat Tarik Investasi Perusahaan Multinasional

LSM/Figur
Adopsi Teknologi Jepang, BMKG Bisa Deteksi Gempa dalam 20 Detik

Adopsi Teknologi Jepang, BMKG Bisa Deteksi Gempa dalam 20 Detik

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com