KOMPAS.com - Sejumlah pelaku bisnis dan produsen kaca besar bergabung meluncurkan Responsible Glass.
Itu merupakan sebuah program sertifikasi global baru yang dirancang untuk menghadirkan standar keberlanjutan baru dalam produksi dan pengadaan kaca sekaligus mengurangi emisi sektoral.
Seperti halnya di industri kayu dan baja, nantinya Responsible Glass akan menyediakan tanda sertifikasi terpercaya kaca rendah karbon.
Anggota program ini antara lain Arup, Belron, Ciner Glass, Climate Group, DSS+, IRMA, NSG Group, Stara Glass, WE Soda, Alliance for Responsible Mining, Cary Group, JLR, dan Volvo Cars.
Baca juga: Industri Pelayaran Komitmen Atasi Krisis Polusi Plastik di Lautan
“Mendorong perubahan sosial dan lingkungan dalam industri kaca membutuhkan pendekatan yang menghargai pengetahuan industri, keahlian sosial dan lingkungan, keterbukaan, kepercayaan, dan forum di mana keputusan tidak hanya transparan tetapi juga adil," ungkap ketua Responsible Glass, Francis Sullivan, dikutip dari Edie, Kamis (4/12/2025).
Sullivan juga menyampaikan strategi kolaboratif terbukti di sektor lain sehingga kemungkinan besar juga akan menjadi kunci keberhasilan dalam mentransformasi industri kaca.
"Keanggotaan kami akan menjadi kekuatan pendorong dan fondasi bagi inisiatif ini, dan kami sangat bangga memiliki perusahaan-perusahaan dari seluruh rantai pasokan kaca yang bersama kami hari ini dan sudah bekerja sama dengan kami untuk mewujudkan perubahan ini," katanya.
Salah satu produsen kaca di Inggris mengungkapkan bahwa industri kaca telah berkomitmen pada target berbasis sains untuk mengurangi CO2, dengan target pengurangan yang signifikan pada tahun 2030.
Sektor ini memang padat energi dan menyumbang 95 juta ton emisi CO2 secara global setiap tahun.
Baca juga: Industri Manufaktur Sumbang 17 Persen PDB, Kemenperin Kembangkan Industri Hijau
Sebagai gambaran, industri kaca Inggris menggunakan enam terawatt jam gas alam dan satu terawatt jam listrik per tahun, menjadikannya salah satu sektor manufaktur yang padat energi di Inggris.
Lebih lanjut, industri kaca memiliki strategi ganda untuk dekarbonisasi yakni mengubah sumber energi yang digunakan untuk produksi, misalnya mengganti bahan bakar ke listrik atau hidrogen.
Sementara opsi kedua adalah dengan meningkatkan daur ulang cullet atau limbah kaca daur ulang. Daur ulang adalah solusi yang sangat efektif karena menghemat emisi proses dan juga mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
sumber https://www.edie.net/businesses-launch-certification-programme-for-low-carbon-glass-production/
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya