Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atensi BI-OJK dan Media Bak Secercah Asa untuk UMKM di NTT

Kompas.com, 20 Juli 2024, 15:29 WIB
Add on Google
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Matahari belum beranjak dari singgasananya, saya tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (15/7/2024) pukul 05.25 Wita.

Menjinjing tas berukuran sedang berwarna abu-abu berisi pakaian dan perlengkapan lainnya, saya bergegas masuk ke dalam ruang tunggu bandara terbesar di NTT itu.

Sudah ada beberapa teman wartawan dari sejumlah media dari Kota Kupang dan staf Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT serta staf dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT yang tiba lebih dulu.

Pagi itu, kami hendak terbang ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan media gathering selama empat hari, 15-18 Juli 2024. Terdapat 15 orang wartawan, 10 orang dari BI dan lima orang dari OJK.

Tepat pukul 06.50 Wita, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6541 yang membawa kami bersama ratusan penumpang lainnya, lepas landas menuju ibu kota negara.

Waktu tempuh selama 2 jam, 45 menit. Kami tiba di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dengan selamat pukul 08.35 WIB.

Dua mobil minibus berkapasitas 15 penumpang, telah menanti di ujung barat laut bandara. Tiap orang membawa barang bawaan bergegas naik.

Kami bergerak menuju tempat penginapan Hotel Sari Pacifik di jalan MH. Thamrin Nomor 6, RT 02/RW 01, Kebun Sirih, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Masing-masing kemudian menuju kamar untuk beristirahat sejenak. Setiap kamar diisi dua orang.

Menjelang petang saat mentari merangkak menuju peraduannya, kami bergegas menumpang mobil yang sama, menuju salah satu restoran di kawasan Sarinah Tamrin yang berjarak sepelemparan batu dari Hotel Sari Pacifik.

Di tempat itu digelar sharing session atau kegiatan pemberian informasi dan edukasi oleh pejabat PT Sarinah (Persero).

Mereka adalah Corporate Secretary Group Head, Yaser Khalex, Marketing Group Head Prisiella Yessy serta Pejabat sementara (Pj) Retail Management for Own Asset Divison Head Janevan Santino Wijaya.

Untuk diketahui, PT Sarinah (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang ritel dan perdagangan.

Hadir pula dalam kegiatan itu, Kepala OJK NTT Japarem Manalu.

Saat berdiskusi santai dengan awak media, Khalex dan rekannya menjelaskan keberadaan Sarinah menjadi wadah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia yang terdepan.

Pihaknya juga melakukan kurasi, promosi dan menyajikan 100 persen produk Indonesia.

"Banyak juga produk UMKM dari NTT, khususnya tenun ikat yang kita ajak kerjasama di sini," ujar Khalex.

Dia tentu berharap, kerjasama itu terus berlanjut sehingga UMKM bisa maju dan berkembang.

Kepala OJK NTT Japarem Manalu mengatakan, pihaknya dan BI, terus berkolaborasi dan berkomunikasi dalam mendukung keberlangsungan UMKM.

Program dan kebijakan dibuat bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan, meningkatkan literasi keuangan serta memperkuat dukungan untuk mewujudkan UMKM NTT hebat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
LSM/Figur
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau