Kegiatan-kegiatan tersebut MHU harapkan tidak hanya dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat akan ekologi dan keanekaragaman hayati, tetapi juga menekankan pentingnya upaya konservasi dalam menjaga keseimbangan alam.
Dilihat dari fungsinya, Arboretum Busang telah berhasil menjelma menjadi lebih dari sekadar proyek reklamasi.
Tempat tersebut merupakan bukti nyata bagaimana bekas lahan tambang dapat diubah menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan konservasi yang bernilai tinggi bagi alam dan masyarakat.
Selain Arboretum Busang, lahan seluas 4,5 hektare yang dulunya merupakan bekas tambang kini telah menjadi tempat penangkaran rusa sambar dan rusa timor.
Penangkaran tidak hanya bertujuan untuk konservasi, tetapi juga diharapkan menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat di Kutai Kartanegara.
MHU telah mengambil langkah progresif yang sejalan dengan prinsip ESG.
Sebab, langkah ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kelestarian rusa sambar, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan komunitas setempat.
Dampak tersebut diberikan lewat penciptaan peluang pekerjaan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membantu mengelola penangkaran.
Bahkan, penangkaran rusa sambar akan dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata baru masyarakat di Kutai Kartanegara berbarengan dengan Arboretum Busang.
Pengelolaannya akan diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Loa Ipuh Darat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sementara itu, terkait proyek sumber air bersih, proyek ini dalam beberapa tahun terakhir, disebutkan mampu mencapai progres yang signifikan.
Pasalnya, MHU telah berhasil mengubah kolam bekas tambang menjadi sumber air yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga membantu petani dengan penyediaan air untuk irigasi.
Akses air bersih yang memadai juga berkontribusi langsung terhadap pencegahan masalah kesehatan, terutama stunting yang saat ini menjadi prioritas pemerintah.
Melalui berbagai upaya tersebut, MHU telah menunjukkan komitmen nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Semua upaya itu mereka lakukan tidak hanya untuk memulihkan alam, tetapi juga menanam benih harapan di hati masyarakat.
Transformasi lahan bekas tambang menjadi arboretum, penangkaran satwa, dan sumber air bersih menunjukkan bahwa industri pertambangan bisa menjadi kekuatan positif dalam pembangunan berkelanjutan di Bumi Mahakam.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya