Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terapkan Teknologi Solar Panel, Lippo Malls Indonesia Tekan 917 Ton Emisi CO2 Tiap Tahun

Kompas.com, 21 September 2024, 11:25 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Operator dan pengelola pusat perbelanjaan terkemuka di Indonesia PT Lippo Malls Indonesia (LMI) mulai menerapkan teknologi solar panel.

Presiden Direktur LMI Marlo Budiman mengatakan, penerapan solar panel menjadi salah satu langkah strategis perseroan untuk mengurangi biaya operasional sekaligus wujud nyata dan komitmen perusahaan untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

“Selain manfaat lingkungan, inisiatif ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui pengurangan polusi udara dan peningkatan kualitas hidup,” ucap Marlo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/9/2024).

Seperti diketahui, emisi karbon dalam bentuk karbon dioksida (CO2) yang merupakan produk sampingan dari pembangkit listrik konvensional di seluruh dunia menjadi salah satu penyebab peningkatan suhu rata-rata bumi.

Dengan teknologi solar panel, tambah Marlo, Lippo Malls Indonesia membantu mengurangi 917 ton CO2 atau setara dengan penanaman 24.000 pohon setiap tahun.

Di sisi lain, penerapan teknologi solar panel juga mampu menghasilkan 1.029.288 kWh energi listrik setiap tahun. Angka ini dapat memenuhi 8,5 persen kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan pusat perbelanjaan.

Marlo merinci, penerapan teknologi solar panel tahap pertama dilakukan di Mall Lippo Cikarang, Jawa Barat. Pusat perbelanjaan ini memiliki bentang atap yang cukup luas. Di sekitar mal juga tidak terdapat bangunan tinggi sehingga potensi pemanfaatan solar panel menjadi optimal.

Pada Kuartal II 2025, Lippo Malls Indonesia akan memperluas pengembangan energi dengan menambah kapasitas solar panel di Mall Lippo Cikarang serta memperluas penggunaan solar panel di Lippo Plaza Batu dan Lippo Plaza Kramat Jati dengan total investasi sekitar Rp 11,5 miliar.

Marlo menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan eksplorasi untuk solusi energi hijau lain, termasuk mengkaji potensi ekspansi sistem solar panel di beberapa mal yang dikelola.

“Hal ini dilakukan guna mengurangi dampak CO2 yang menjadi pemicu tingginya polusi udara yang menjadi salah satu penyebab climate change,” imbuhnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bahaya Nanoplastik di Air, Bakteri Makin Kuat dan Kebal Disinfektan
Bahaya Nanoplastik di Air, Bakteri Makin Kuat dan Kebal Disinfektan
LSM/Figur
Bunga Raksasa Rafflesia Arnoldii Mekar di Bengkulu, Jadi Daya Tarik Wisata
Bunga Raksasa Rafflesia Arnoldii Mekar di Bengkulu, Jadi Daya Tarik Wisata
LSM/Figur
KLH Awasi Aktivitas Kapal Pesiar di Indonesia demi Terumbu Karang
KLH Awasi Aktivitas Kapal Pesiar di Indonesia demi Terumbu Karang
Pemerintah
Era Trump, AS Hapus Referensi dan Sensor Data Krisis Iklim
Era Trump, AS Hapus Referensi dan Sensor Data Krisis Iklim
Pemerintah
26 Juta Hektar Hutan Indonesia Terancam Deforestasi Legal
26 Juta Hektar Hutan Indonesia Terancam Deforestasi Legal
LSM/Figur
AS Pimpin Lonjakan PLTG Baru untuk AI, Bisa Perparah Dampak Iklim
AS Pimpin Lonjakan PLTG Baru untuk AI, Bisa Perparah Dampak Iklim
Pemerintah
Penelitian Ungkap Risiko Perubahan Iklim Ubah Strategi Bisnis
Penelitian Ungkap Risiko Perubahan Iklim Ubah Strategi Bisnis
LSM/Figur
4 Jenis Primata yang Terancam Punah di Indonesia, Ada Orangutan
4 Jenis Primata yang Terancam Punah di Indonesia, Ada Orangutan
LSM/Figur
WHO Rilis Rekomendasi Makanan Sehat untuk Sekolah di Seluruh Dunia
WHO Rilis Rekomendasi Makanan Sehat untuk Sekolah di Seluruh Dunia
Pemerintah
Wadhwani Foundation Perluas Dampak Program Ketenagakerjaan di Indonesia
Wadhwani Foundation Perluas Dampak Program Ketenagakerjaan di Indonesia
LSM/Figur
UT School Gandeng Pemkab Sumbawa Barat dan AMNT, Siapkan SDM Tersertifikasi
UT School Gandeng Pemkab Sumbawa Barat dan AMNT, Siapkan SDM Tersertifikasi
Swasta
Cara Mengajak Orang Peduli Perubahan Iklim, Ini Temuan Studi Terbaru
Cara Mengajak Orang Peduli Perubahan Iklim, Ini Temuan Studi Terbaru
LSM/Figur
KLH Selidiki Longsor Cisarua, Dalami Dugaan Pelanggaran Lingkungan
KLH Selidiki Longsor Cisarua, Dalami Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Pemerintah
Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion
Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion
Swasta
Elon Musk Ingin Bangun Pusat Data AI di Ruang Angkasa, Dinilai Lebih Efisien
Elon Musk Ingin Bangun Pusat Data AI di Ruang Angkasa, Dinilai Lebih Efisien
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau