Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Billie Eilish Bikin Tur Dunia Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Kompas.com, 7 Oktober 2024, 20:19 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Billie Eilish bakal menyelenggarakan tur dunia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemenang Grammy Award sembilan kali ini mengumumkan sebagai bagian dari tur dunianya, Hit Me Hard And Soft: The Tour, ia akan membantu penggemarnya membuat pilihan yang lebih berkelanjutan saat bepergian untuk menonton pertunjukkannya.

Sebagai informasi tur dunia ini berlangsung dari 29 September 2024 hingga pertengahan tahun 2025.

Baca juga: Dukung Transisi Energi Bersih Berkelanjutan, Kalbe Morinaga Resmikan PLTS Atap di Karawang

Langkah Eilish ini, seperti dikutip dari Euronews, Senin (7/10/2024) dilakukan dengan bekerja sama dengan Google Maps.

Ia menjelaskan kolaborasinya itu dilakukan agar para penggemarnya dapat menemukan transportasi yang ramah lingkungan dan rute hemat bakar semisal transportasi umum, rute berjalan kaki, dan bersepeda.

Selain itu juga memungkinkan para fans-nya untuk mencari pilihan makanan nabati di sekitar kota-kota yang akan dikunjunginya.

"Saya sangat senang melihat Anda semua di konser saya selama beberapa bulan mendatang dan bekerja sama dalam mengurangi jejak kolektif kita dalam hal transportasi dan apa yang kita makan," kata Eilish dalam sebuah pernyataan.

"Setiap tindakan itu penting, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya, dan bersama-sama kita dapat benar-benar mulai menyembuhkan planet kita yang indah," kata dia.

Baca juga: Banyak Orang Remehkan Jejak Karbon Orang Kaya

"Semua orang akan memiliki akses mudah ke sumber daya yang membantu Anda membuat pilihan berkelanjutan yang hebat saat datang ke konser. Terima kasih atas perhatiannya dan sampai bertemu," ungkapnya lagi.

Eilish yang juga pernah meraih Oscar dua kali ini memang terkenal sebagai aktivis lingkungan.

Awal tahun ini, ia mengkritik artis yang merilis beberapa format vinil untuk meningkatkan penjualan album dan menekankan pemborosan yang ditimbulkan dari praktik itu.

Artis Peduli Lingkungan

Tur dunia selalu menjadi mimpi buruk lingkungan, karena transportasi kru, dan peralatan.

Baca juga: Survei: Mayoritas Pekerja Muda Ingin Tempat Kerja Peduli pada Keberlanjutan

Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar emisi tur, seringkali lebih dari 90 persen berasal dari perjalanan yang dilakukan.

Eilish pun bukan satu-satunya artis yang mencoba mengatasi jejak karbon yang terkait dengan tur dan membuatnya lebih ramah lingkungan.

Coldplay telah berjanji untuk meminimalkan perjalanan udara dan menggunakan "bahan bakar penerbangan berkelanjutan" di mana penerbangan tidak dapat dihindari.

Sementara Massive Attack telah bekerja sama dengan ilmuwan iklim untuk mengeksplorasi cara-cara untuk menyelenggarakan acara-acara dengan "karbon sangat rendah".

Mereka menyerahkan data tur selama bertahun-tahun ke Pusat Penelitian Perubahan Iklim Tyndall Universitas Manchester untuk menilai bagaimana industri musik dapat melakukannya dengan lebih baik lagi.

Baca juga: Asal Kredit Karbon Penting untuk Diungkapkan oleh Korporasi

Inti dari tujuan Massive Attack adalah mengatasi emisi karbon yang berasal dari perjalanan penonton, yang menyumbang hingga 80 persen dari emisi acara.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PFOS Zat Kimia Abadi Ditemukan pada Lebah dan Madu, Apa Dampaknya pada Manusia?
PFOS Zat Kimia Abadi Ditemukan pada Lebah dan Madu, Apa Dampaknya pada Manusia?
LSM/Figur
Krisis Iklim dan Keringat Bikin Warna Lukisan Michelangelo di Vatikan Memudar
Krisis Iklim dan Keringat Bikin Warna Lukisan Michelangelo di Vatikan Memudar
LSM/Figur
Mangrove di Teluk Benoa Bali Disebut Mati Massal
Mangrove di Teluk Benoa Bali Disebut Mati Massal
LSM/Figur
1 Miliar Orang Khawatir Kehilangan Tanah dan Rumah Menurut Laporan PBB
1 Miliar Orang Khawatir Kehilangan Tanah dan Rumah Menurut Laporan PBB
Pemerintah
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Swasta
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Swasta
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
LSM/Figur
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
LSM/Figur
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Swasta
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
LSM/Figur
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
LSM/Figur
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Pemerintah
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
Pemerintah
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau