Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

42 Perusahaan Raih Penghargaan Investing on Climate Editors’ Choice Award 2024

Kompas.com, 5 Desember 2024, 12:00 WIB
Add on Google
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 42 perusahaan terkemuka di Indonesia menerima penghargaan Investing on Climate Editors’ Choice Award 2024 atas kontribusi mereka dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global.

Pada acara tersebut, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E Rustam menyatakan dukungan penuh BEI terhadap upaya keberlanjutan di pasar modal Indonesia.

Baca juga: HUT Ke-19 PIKP PAMA Kutim: Istri Pilar Utama Keselamatan Kerja dan Produktivitas Pertambangan

“Melalui inisiatif inovasi, komitmen dan semangat mereka untuk menerapkan praktek-praktek bisnis dan program keberlanjutan, mereka mendorong serta menginspirasi individu dan perusahaan untuk mengikuti langkah baik yang sama sehingga kita memiliki harapan positif tentang masa depan Indonesia yang lebih baik,” apresiasi Risa dalam sambutannya, Rabu (4/12/2024).

Untuk mendukung hal tersebut, Risa menyebutkan BEI melalui IDXCarbon telah memperkenalkan kelas aset baru, yaitu Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca atau yang populer disebut carbon credit (kredit karbon).

Baca juga: Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Lahan Mutlak Diperkuat

“Diharapkan, keberadaan carbon credit ini dapat membantu perusahaan dalam inisiatif dekarbonisasi dan net zero. BEI juga telah penyelenggaraan program pelatihan IDX Net Zero Incubator yang bertujuan untuk mendukung dan menyediakan asistensi untuk perusahaan tercatat dalam rangka memulai upaya dekarbonisasi,” ungkap Risa.

Dalam acara yang sama, Managing Director Investing on Climate, Ardian Taufik Gesuri mengatakan bahwa investasi pada ketahanan iklim tidak hanya menjadi langkah keberlanjutan tetapi juga menciptakan peluang bisnis.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran K3, PT GNI Adakan Pelatihan dan Sertifikasi SIO bagi Operator Alat Berat

Lebih lanjut, Ardian menyoroti pentingnya kontribusi dunia usaha dalam penanganan perubahan iklim yang menurutnya perusahaan bisa mendapatkan peluang bisnis dan penghematan biaya yang besar melalui kontribusi tersebut.

“Masa depan menjadi lebih hijau. Konsumen dan investor pun makin banyak yang menginginkan produk dari produsen yang ramah lingkungan. Transisi menuju masa depan tanpa emisi ini dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi bisnis, yang akan mendatangkan lapangan kerja baru dan dapat merevitalisasi ekonomi,” tambah Ardian.

Baca juga: Beri Ternak dengan Rumput Laut Bisa Kurangi Emisi Metana Hampir 40 Persen

Perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan dinilai berdasarkan laporan keberlanjutan mereka dengan menggunakan Key Performance Indicators (KPI) yang meliputi roadmap net zero emission, inovasi dalam pengurangan emisi, dan kontribusi terhadap SDGs.

Sebanyak 42 perusahaan emiten BEI maupun perusahaan non-publik berhasil meraih Best Literacy for Climate Resilience, perusahaan-perusahaan tersebut yaitu;

Baca juga: COP16 Riyadh Hasilkan Janji Rp 191 Triliun Atasi Kekeringan dan Degradasi Lahan

PT Pertamina (Persero); PT Astra International Tbk; PT Perusahaan Gas Negara Tbk; PT Pertamina Geothermal Energy Tbk; PT Bank Central Asia Tbk; PT Barito Renewables Energy Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk; PT Austindo Nusantara Jaya Tbk; PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); PT Semen Indonesia (Persero) Tbk; PT Solusi Bangun Indonesia Tbk; PT XL Axiata Tbk; PT Gunung Raja Paksi Tbk; PT Aneka Gas Industri Tbk; PT Jasa Marga (Persero) Tbk; PT Astra Agro Lestari Tbk; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk; PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk; PT Kalbe Farma Tbk; PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk;

Baca juga: PAGE Fase 2 Diteruskan dengan Fokus Ekonomi Sirkular dan Keuangan Berkelanjutan

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk; PT Trimegah Bangun Persada Tbk; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; PT Alamtri Resources Indonesia Tbk; PT Bank Mayapada Internasional Tbk; PT Bank CIMB Niaga Tbk; PT Vale Indonesia Tbk; PT Chandra Asri Pacific Tbk; PT United Tractors Tbk; PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk; PT Merdeka Copper Gold Tbk; PT Unilever Indonesia Tbk; PT Barito Pacific Tbk; PT Aneka Tambang Tbk; PT Indofood Sukses Makmur Tbk; PT Bank Permata Tbk; PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk; PT Amman Mineral Internasional Tbk; PT Bank Danamon Indonesia Tbk; PT Mayora Indah Tbk; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk; PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Baca juga: 5,4 Juta Orang di Haiti Alami Kerawanan Pangan Akut

Sebagai informasi tambahan, ajang ini juga mendapat dukungan sponsor dari berbagai perusahaan besar seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, PT BRI (Persero) Tbk, dan PT MIND ID, serta media partner seperti Bisnis Indonesia, Infobank, dan Kontan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
PLTS Atap dan Power Wheeling Diusulkan untuk Kejar Target Listrik 100 GW
PLTS Atap dan Power Wheeling Diusulkan untuk Kejar Target Listrik 100 GW
LSM/Figur
Jerat Listrik Ancam Gajah Sumatera, Koridor Habitat Kian Terfragmentasi
Jerat Listrik Ancam Gajah Sumatera, Koridor Habitat Kian Terfragmentasi
LSM/Figur
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Pemerintah
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Swasta
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
Pemerintah
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
Pemerintah
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau