Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Herman Agustiawan
Anggota DEN 2009-2014

Anggota Dewan Energi Nasional periode 2009-2014

Nuklir Sebagai Pilar Swasembada Energi

Kompas.com, 20 Januari 2025, 10:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Selain pasokan dayanya stabil, masif dan rendah karbon, energi nuklir juga menawarkan solusi ekonomis jika listrik dari PLTN dapat dijual di bawah harga Biaya Pokok Produksi (BPP) nasional, yaitu di bawah 7 dollar AS sen per kWh, sehingga tidak menambah subsidi yang akan membebani APBN.

Indonesia memiliki cadangan uranium dan torium yang signifikan dan diperlukan untuk pengembangan energi nuklir domestik menuju kemandirian energi.

BATAN memperkirakan cadangan uranium sebesar 81.090 ton dan torium sebesar 140.411 ton . Torium yang melimpah di Indonesia sangat menguntungkan untuk dimanfaatkan pada reaktor jenis Small Modular Reactor (SMR).

Teknologi SMR adalah reaktor dengan kapasitas di bawah 300 MW (small), diproduksi di pabrik (modular), dan dapat digabungkan untuk mencapai kapasitas lebih tinggi.

Baca juga:

Misalnya, dua reaktor 250 MW dapat disambungkan ke turbin 600 MW untuk menghasilkan daya output sekitar 500 MW. Reaktor ini lebih aman, efisien dengan limbah yang sedikit.

Pada tahap awal, Indonesia mungkin perlu mengimpor uranium karena alasan ketidaksiapan dan biaya. Namun demikian, rencana jangka panjang harus memanfaatkan cadangan domestik untuk kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Tantangan Pemanfaatan Energi Nuklir

Tantangan pengembangan energi nuklir mencakup teknis, sosial, dan ekonomi. Pemilihan teknologi, penerapan standar keselamatan, dan penentuan lokasi yang ideal memerlukan koordinasi dan kolaborasi antara BATAN/BRIN, BAPETEN, KESDM, KLHK, Pemerintah Daerah, Operator PLTN, dan Lembaga Internasional seperti IAEA (International Atomic Energy Agency).

Selain itu, keterlibatan masyarakat juga penting untuk memastikan transparansi dan penerimaan sosial.

Dalam program pemanfaatan energi nuklir sebaiknya masing-masing kementerian dan lembaga terkait bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing, atau tidak tumpang-tindih.

Hal ini telah diantisipasi oleh pemerintah dengan rencana dibentuknya Komite Pelaksana Program Energi Nuklir (KP2EN) atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO).

Beberapa negara, seperti Uni Emirat Arab dan Bangladesh, telah mengikuti rekomendasi IAEA dengan membentuk NEPIO sebagai langkah awal sebelum mendirikan regulator nuklir yang independen atau badan operator.

Sementara itu, dukungan politik yang kuat sangat penting bagi keberhasilan pemanfaatan energi nuklir. Regulasi yang jelas, proses perizinan yang efisien, dan dukungan infrastruktur dibutuhkan setidaknya untuk mencapai target 5,3 GW pada 2040.

Alih teknologi dari negara maju di bidang nuklir dan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting.

Untuk mengatasi tantangan keuangan, investasi swasta melalui model Independent Power Producer (IPP), perlu didukung oleh Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) jangka panjang hingga 2 x 40 tahun. Hal ini guna menurunkan biaya produksi selama umur proyek (Levelized Cost of Energy/LCOE).

Baca juga:

Dampak ke Perekonomian Nasional

Proyek PLTN di Indonesia akan menyerap tenaga kerja dan teknologi, mulai dari enjinering, konstruksi, manajemen proyek, hingga peningkatan keterampilan dan inovasi dalam keselamatan dan efisiensi. Dengan target 35 GW atau lebih dari 100 PLTN pada 2060, industri nuklir nasional akan tumbuh.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Anak Muda Disebut Makin Enggan Melaut karena Perairan yang Tercemar
Anak Muda Disebut Makin Enggan Melaut karena Perairan yang Tercemar
LSM/Figur
Perhutanan Sosial di Sikka Hasilkan Produk Kopi Unggulan
Perhutanan Sosial di Sikka Hasilkan Produk Kopi Unggulan
Pemerintah
243 Perusahaan Raih Proper Hijau, Ini Daftarnya
243 Perusahaan Raih Proper Hijau, Ini Daftarnya
Pemerintah
 Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Pemerintah
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
BUMN
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Pemerintah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Pemerintah
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Pemerintah
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
Pemerintah
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Swasta
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Swasta
Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender Makin Lebar pada Tahun 2026
Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender Makin Lebar pada Tahun 2026
LSM/Figur
Rekor Global 2025, Kapasitas Energi Terbarukan Tumbuh 692 GW
Rekor Global 2025, Kapasitas Energi Terbarukan Tumbuh 692 GW
Pemerintah
Kompetisi Climate Impact Innovations Challenge Dibuka, Hadiahnya Capai Rp 15 miliar
Kompetisi Climate Impact Innovations Challenge Dibuka, Hadiahnya Capai Rp 15 miliar
Swasta
Awasi Perusahaan Tambang di 14 Provinsi, KLH Tak Segan Bekukan Izin Lingkungan
Awasi Perusahaan Tambang di 14 Provinsi, KLH Tak Segan Bekukan Izin Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau