Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 Januari 2025, 15:51 WIB
Aningtias Jatmika,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

IMIP juga mendirikan IMIP Corporate University sebagai pusat pengembangan SDM di sektor hilirisasi mineral-logam. Program ini mencakup pelatihan rantai industri dan proses teknologi yang ada di kawasan IMIP dan di sektor hilirisasi mineral-logam secara keseluruhan.

Sementara untuk karyawan, IMIP juga mengutamakan pengembangan keterampilan mereka melalui pelatihan berkelanjutan. Program pengembangan karier meliputi promosi pekerja lokal ke posisi strategis, pelatihan teknis, dan kesempatan melanjutkan studi.

Beri efek berganda

Keberadaan IMIP juga menciptakan efek berganda bagi wilayah operasional, baik melalui lapangan kerja yang tercipta melalui kerja sama dengan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) atau kontraktor, dan supplier, maupun penciptaan peluang usaha di wilayah operasi.

Adapun saat ini, tercatat 514 kontraktor aktif serta 297 supplier pengadaan barang yang terbagi menjadi 105 supplier yang langsung bekerja sama dengan PT IMIP dan 192 supplier lain yang bekerja sama dengan tenant yang berada di kawasan IMIP.

Untuk usaha yang lahir dari efek keberadaan IMIP, lanjut Yulius, berdasarkan riset internal, mampu mendorong jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bahodopi—wilayah sekitar kawasan IMIP—dari 4.697 pada 2021 menjadi 6.617 pada 2023 atau naik 24 persen.

Dari pertumbuhan usaha tersebut, terdapat 10 jenis usaha yang paling banyak digeluti oleh masyarakat di sekitar kawasan.

Kesepuluhnya adalah kios bahan bakar minyak (BBM), toko makanan non-bangunan, kios sembako atau toko kelontong, warung makan, toko minuman non-bangunan, bengkel motor dan/atau mobil, toko pakaian, konter pulsa atau tempat servis HP, laundry, serta kios menengah.

“Ini adalah bukti nyata bahwa hilirisasi nikel tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” tambah Yulius.

IMIP, Yulius kembali menjelaskan, secara aktif mendukung UMKM tersebut dengan menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.

Contohnya, IMIP menjalin hubungan sebagai pemasok dengan lebih dari 700 UMKM lokal untuk pasokan pasir, kerikil, kayu, serta hasil panen, seperti beras, makanan laut, buah-buahan, sayuran, dan daging.

Kerja sama tersebut secara tidak langsung telah memberi dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal hampir mencapai 20.000 orang.

“Untuk menciptakan rantai pasok dengan UMKM, kami bekerja sama dengan 12 BUMDes di Kecamatan Bahodopi,” kata Yulius.

Berdayakan masyarakat

Komitmen IMIP terhadap masyarakat sekitar tidak berhenti sampai di situ. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), IMIP juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya adalah pelatihan guru dan imam khatib. Pada 2024, IMIP melatih 66 guru dari 22 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bahodopi untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Baca juga: Revolusi Nikel di Bahodopi, Morowali

Selain itu, 100 imam dan khatib dari masjid sekitar kawasan juga mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan mewujudkan toleransi di lingkungan kerja yang beragam.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Pemerintah
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau