JAKARTA, KOMPAS.com - Tanah seluas 4.700 bekas lahan sawit di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, ditanami kembali. Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meratakan kebun kelapa sawit di Desa Bagan Limau, Lubuk Kembang Bunga, Kesuma dan Segati itu pada Mei-Juli 2025.
Komandan Satgas PKH, Dody Tri Winarto, mengkapkan bahwa pemusnahan lahan sawit di TN Tesso Nilo merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan.
“Masyarakat desa yang menduduki kawasan hutan Tesso Nilo akan dilakukan penataan, sehingga masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: Satgas PKH Kuasai 81.793 Hektare TN Tesso Nilo untuk Kembalikan Fungsi Lahan
"Namun penataan ini membutuhkan waktu sehingga masyarakat diharapkan untuk patuh, bersabar dan mengikuti skema yang sudah disiapkan oleh pemerintah," imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut, Rudianto Saragih Napitu, menyatakan pihaknya masih mendata lahan di TN Tesso Nilo. Lahan yang tidak terdata nantinya akan dianggap milik korporasi ataupun cukong.
"Berarti tidak mengikuti skema pemerintah dan ada konsekuensi penegakan hukum. Beda dengan lahan yang sudah didata, itu maka mekanisme yang disebutkan Satgas akan direlokasi dan diberi lahan baru," jelas dia.
Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, memastikan pihaknya terus memusnahkan tanaman sawut ilegal.
Baca juga: Kisah Luka Tesso Nilo
"Tujuan dari pemulihan kawasan TNTN yaitu untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai habitat satwa liar yang kita lindungi seperti harimau, gajah dan satwa lainnya sehingga ke depannya kawasan TNTN ini dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat," sebut Heru.
Satgas PKH melaporkan, populasi gajah di lokasi tersebut makin menurun ditambah degradasi kawasan karena aktivitas ilegal para pendatang dalam 20 tahun terakhir. Dari sekitar 15.000 jiwa yang tinggal di kawasan TNTN, hanya 10 persen yang merupakan penduduk asli.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya