KLATEN, KOMPAS.com – Seru, menyejukkan, dan menantang. Inilah yang dirasakan tim Kompas.com saat menjajal river tubing di Sungai Pusur, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/2/2025).
Lebih dari sekadar wisata air, sungai tersebut menyimpan kisah transformasi lingkungan inspiratif.
Meskipun hanya memiliki panjang sekitar 36 kilometer, Sungai Pusur berperan penting sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat di Kabupaten Boyolali dan Klaten.
Hulu sungai itu terletak di lereng Merapi, Boyolali, yang menjadi kawasan konservasi dan tangkapan air. Sementara, hilirnya berada di Klaten, di mana banyak wisata river tubing terdapat.
Air yang bersih dari hulu mengalir ke hilir menjaga keseimbangan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur. Ketika kualitas air terjaga, ekosistem DAS tetap stabil, menjamin ketersediaan air bagi pertanian, rumah tangga, hingga industri.
Baca juga: Serunya Memacu Adrenalin di River Tubing Pusur Adventure Klaten
Tidak hanya berdampak secara ekologis, aktivitas river tubing juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap sungai. Dampak ekonominya menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya melestarikan DAS Pusur.
Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi secara langsung, mereka semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai sebagai aset berharga bagi generasi mendatang.
Sungai Pusur dulunya tidak seindah sekarang. Dulu, pemandangan di sepanjang alirannya merupakan sampah limbah rumah tangga dari warga sekitar. Sungai ini sempat kotor, bahkan ekosistemnya nyaris rusak.
Di saat bersamaan, sejumlah warga merasa khawatir akan kondisi sungai. Sebab, sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi ancaman kesehatan dan lingkungan. Mereka mulai menyadari perlu ada tindakan nyata untuk memulihkan kembali Sungai Pusur.
Awalnya, upaya membersihkan Sungai Pusur dimulai dari aksi kecil-kecilan. Sejumlah warga secara sukarela berkumpul setiap akhir pekan untuk memungut sampah di sepanjang bantaran sungai.
Baca juga: River Tubing dan Bank Sampah: Kisah Warga Menghidupkan Kembali Sungai Pusur
Momentum gerakan tersebut semakin kuat ketika Pusur Institute, lembaga yang fokus pada pelestarian lingkungan, turut bergabung, dan mendapat dukungan dari PT Tirta Investama Klaten (AQUA Klaten).
Untuk diketahui, pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA Klaten berlokasi di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur yang melintasi Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo.
"Pusur Institute bertindak sebagai dirigen dalam mengharmonisasi berbagai kepentingan antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam pengelolaan sumber daya air di Sub DAS Pusur," ucap Stakeholder Relation Manager AQUA Klaten sekaligus Pengurus Pusur Institute Rama Zakaria.
Tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, AQUA dan Pusur Institute juga memperkenalkan konsep ekowisata berbasis alam sebagai solusi jangka panjang.
Lembaga tersebut mengajak warga melihat potensi Sungai Pusur sebagai destinasi wisata, terutama untuk aktivitas river tubing. Konsep ini dianggap ideal karena tidak memerlukan banyak infrastruktur berat di samping tetap mempertahankan kelestarian alam sekitar.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya