Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Penyebabnya? Untuk menyediakan air siap minum dari keran, syarat utamanya adalah kualitas pipa PDAM yang prima untuk mencegah kontaminasi dari pipa yang bocor.
Untuk memperbaiki seluruh jaringan pipa dibutuhkan biaya tidak sedikit. Padahal, PDAM yang hampir 100 persen dimiliki oleh pemerintah kabupaten/kota, dananya terbatas.
Di sisi lain, kampanye air yang sehat bukan hanya dilakukan oleh industri AMDK, tetapi juga oleh pemerintah.
Seharusnya kampanye air sehat oleh pemerintah juga mencakup apakah air PDAM layak minum, dan bagaimana cara yang aman dan sehat agar air PDAM juga dapat diminum. Proses apa yang seharusnya dilakukan masyarakat agar air PDAM dapat diminum.
Baca juga: Radiasi dan Krisis Kejujuran
Jika ZAMP saja gagal meyakinkan masyarakat, bagaimana mungkin masyarakat percaya pada air PDAM non-ZAMP?
ZAMP juga tidak layak dikembangkan lebih luas. Pertama, pengembangan ZAMP untuk skala yang lebih luas membutuhkan biaya besar untuk pergantian pipa.
Kedua, selama konsumsi air minum bercampur dengan konsumsi air bersih, ZAMP dengan skala yang lebih luas hanya akan menghambur-hamburkan biaya.
Masyarakat akan menyiram tanaman, mencuci pakaian dan mobil dan kebutuhan sejenis dengan menggunakan air dengan kualitas layak minum langsung dari keran.
Ketiga, ZAMP hanya melegalkan diskriminasi layanan publik. Masyarakat yang mampu secara ekonomi memperoleh layanan prima, sementara masyarakat miskin mendapatkan layanan air dengan kualitas rendah.
Artinya, isu yang berkembang di media massa yang akan ditangani Panja sangat jauh dari kebutuhan reformasi penyediaan air minum di Indonesia.
Isu lingkungan pertama yang relevan adalah tentang sumber air. Mayoritas air baku PDAM berasal dari air permukaan.
Air permukaan adalah sumber air yang lebih berkelanjutan dibandingkan air tanah yang digunakan oleh industri AMDK. Air tanah dapat menjadi langka, jika jumlah air yang diambil melebihi kapasitas recharging-nya.
Oleh karenanya akan lebih ramah lingkungan jika semakin banyak masyarakat tidak menggunakan AMDK, tetapi menggunakan air PDAM sebagai sumber air minumnya.
Mengapa muncul kontroversi sumber mata air dan air yang dibor dari akuifer? Air dari mata air muncul dari air tanah yang secara alami keluar dari tanah dan akan menjadi air permukaan.
Dengan kualitasnya yang baik, air dari mata air sangat layak untuk menjadi sumber air minum. Kelemahannya adalah kapasitas yang dihasilkan terbatas dan sering kali tidak sebanding dengan kebutuhan air baku bagi industri AMDK.
Baca juga: Menunggu Hadirnya Para Influencer yang Pakar
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya