Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program Desaku Maju–GERCEP Dorong Pembangunan Desa lewat Inovasi dan Design Thinking

Kompas.com, 19 Desember 2025, 14:22 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Prototipe kedua adalah alat pengupas kelapa yang efisien dan aman. Alat ini dirancang untuk membantu petani kelapa, pelaku usaha olahan kelapa, serta pekerja kupas kelapa yang selama ini menghadapi risiko kecelakaan dan keterbatasan produktivitas akibat proses pengupasan manual.

Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendongkrak pendapatan masyarakat.

Adapun prototipe ketiga berupa Pupuk Organik Cair “Dewi Marang” yang dibuat dari limbah kotoran ayam dan batang pisang.

Baca juga: Daya Saing Industri Energi Bertumpu pada Penguatan SDM

Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif pupuk organik cair untuk menjawab keterbatasan pupuk subsidi yang selama ini sulit diakses petani, sehingga pemupukan dapat dilakukan tepat waktu, biaya produksi menurun, dan hasil panen meningkat.

Sementara itu, prototipe keempat adalah DAM Irigasi Sungai Marang, berupa rancangan mesin pompa dan saluran irigasi yang ditujukan untuk mengatasi persoalan kekeringan pada musim kemarau.

DAM tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi air yang lebih merata, menjaga produktivitas pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani sepanjang tahun.

Melalui pembekalan Design Thinking, peserta pelatihan diarahkan untuk menjadi agen perubahan di desa masing-masing.

Mereka diharapkan mampu menularkan semangat inovasi kepada masyarakat sekitar, sehingga melahirkan inovasi-inovasi lanjutan yang tetap berkelanjutan meski program pelatihan telah selesai.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur Mirza bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, juga menyerahkan secara simbolis Sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 16 lulusan pelatihan vokasi Desaku Maju–GERCEP dari Desa Gunung Doh di bidang Pengelasan Dasar Peralatan Pertanian.

Baca juga: Cara Cetak SDM untuk Masa Depan Industri RI ala Menperin Agus Gumiwang

Sertifikat berlisensi resmi BNSP tersebut diakui secara nasional dan memiliki pengakuan di sejumlah negara melalui skema kerja sama internasional, sehingga membuka peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas bagi para lulusan.

Agus menjelaskan, program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa yang tersebar di 30 kecamatan pada 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Dengan target 16 peserta per kelas, program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan 928 masyarakat desa, khususnya kelompok usia produktif.

Sejak dimulai pada Juni 2025, Program Desaku Maju telah dilaksanakan dalam 48 kelas pelatihan, memberdayakan 768 peserta di 31 desa.

Program ini mencatat tingkat kelulusan mencapai 98 persen serta menghasilkan sekitar 200 karya inovasi dalam bentuk prototipe berbasis eksplorasi permasalahan lokal yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

“Peserta pelatihan juga didorong untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan skala kecil di desa. Selain itu, peserta diarahkan pada peluang penyaluran kerja, baik ke sektor industri maupun ke site program Pupuk Organik Cair (POC) dan Bed Dryer yang dikembangkan Pemprov Lampung,” terangnya.

Baca juga: Polisi Hutan Mau Ditambah, Anggota DPR: Sulit Bila Hanya Andalkan SDM

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau