Di sisi lain, Taiwan juga akan memperbaiki penanganan polusi ozon dengan memperketat kontrol terhadap produk-produk yang mengeluarkan senyawa organik volatil (VOCs).
Jumlah hari yang memicu peringatan merah untuk paparan polusi ozon selama delapan jam mencapai 88 hari pada 2025, atau turun 72 persen dari tahun 2019. Namun, secara umum tetap stabil selama lima tahun terakhir.
Polusi ozon di permukaan tanah adalah polutan udara berbahaya yang mengiritasi sistem pernapasan, berbeda dari lapisan ozon pelindung di atmosfer bagian atas.
Konsentrasi polusi ozon rata-rata per jam sedikit meningkat pada tahun 2025, yang mana menunjukkan bahwa upaya perbaikan telah terhenti.
Para pejabat Taiwan meyakini krisis iklim memperburuk polusi ozon, yang mana peningkatan suhu beriringan dengan kenaikan konsentrasi VOCs di atmosfer.
VOCs adalah kelompok besar bahan kimia yang mudah menguap ke udara dan dilepaskan dari berbagai sumber, mulai dari knalpot kendaraan dan pabrik hingga cat dan produk pembersih.
Bersama dengan nitrogen oksida (NOx), VOCs bertindak sebagai prekursor ozon, membentuk ozon melalui reaksi fotokimia yang dipercepat dalam kondisi panas. NOx adalah gas yang terutama dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar di kendaraan, pembangkit listrik, dan fasilitas industri.
Untuk mengatasi polusi ozon, Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan berencana memperkuat pengawasan tidak hanya terhadap fasilitas industri dan kendaraan, tapi juga sumber VOCs lainnya, seperti cat bangunan dan produk pembersih rumah tangga.
“Senyawa organik volatil hadir dalam berbagai bentuk. Senyawa ini tidak hanya dipancarkan oleh industri dan transportasi, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari, yang membuat pengaturan senyawa ini sangat sulit,” ucap Wei-min.
Baca juga:
Taiwan menekan rata-rata PM2.5 menjadi 12,6 mikrogram pada 2025, melampaui target nasional dan menunjukkan kemajuan kualitas udara.Berangkat dari upaya Taiwan, berinvestasi untuk kesehatan bumi dinilai berdampak baik bagi produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan laporan The Global Environment Outlook, Seventh Edition: A Future We Choose (GEO-7), berinvestasi untuk kestabilan iklim, alam dan lahan yang sehat, serta planet bebas polusi bisa menghasilkan triliunan dollar Amerika Serikat setiap tahun dalam bentuk tambahan produk domestik bruto (PDB) global.
Bahkan, investasi tersebut dapat mencegah jutaan kematian, serta menghindarkan ratusan juta orang dari kelaparan dan kemiskinan dalam beberapa dekade mendatang, dilansir dari Eco-Business.
Apalagi, risis iklim kerusakan alam dan keanekaragaman hayati, degradasi lahan, serta polusi udara mematikan yang berkepanjangan, memakan biaya sangat besar bagi manusia, planet, maupun perekonomian suatu negara.
Laporan yang dirilis selama sesi ketujuh Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nairobi tersebut merupakan hasil karya 287 ilmuwan multidisiplin dari 82 negara tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya