Sebelumnya, Guru Besar dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yowono mengatakan, penutupan TPA Cipeucang di Tangerang Selatan, Banten, mencerminkan volume sampah sudah jauh melewati kapasitas daya tampungnya.
Bahkan, TPA Cipeucang sebenarnya sudah tidak dapat lagi menampung sejak beberapa tahun lalu.
"(Penutupan TPA Cipeucang sinyal) Sudah masuk kondisi darurat (sampah), meski tidak ada batasan khusus tentang darurat sampah," ujar Arief kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026).
Menurut Arief, curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem belakangan ini urut memperparah kondisi di TPA, dengan menambah beban volume tumpukan sampah.
Hujan juga berdampak terhadap peningkatan kadar air sampah di TPA. Hal tersebut biasanya mendorong peningkatan konsentrasi gas-gas berbau yang diemisikan ke lingkungan.
Baca juga: Sampah Campur Aduk, Biaya Operasional Waste to Energy Membengkak
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya