Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan REC di Indonesia menunjukkan tren signifikan.
Pada 2024, penggunaan REC meningkat lebih dari 117 persen dibandingkan 2023, dengan total konsumsi energi hijau mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh).
PLN mencatat semakin banyak perusahaan, baik global maupun nasional, memanfaatkan instrumen ini untuk mendukung target keberlanjutan mereka.
Peningkatan minat tersebut mencerminkan kesadaran industri dalam memenuhi tuntutan pemangku kepentingan untuk meminimalkan jejak karbon.
REC dinilai sebagai katalis penting dalam mempercepat pencapaian target bauran energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).
Baca juga: Viral Menara Listrik di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir Bandang, PLN Pastikan Masih Aman
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyambut positif keputusan BIB.
Ia menegaskan, penjualan 23.040 unit REC tersebut menjadi pencapaian terbesar di wilayah Kalimantan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN,” katanya.
Lebih lanjut, Iwan meyakini kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur (benchmark) transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.
Dengan kualitas dan keandalan pasokan listrik yang kuat, PLN siap menopang pertumbuhan produksi dan kebutuhan listrik industri sekaligus mendukung target lingkungan yang semakin ambisius di era transisi energi.
Di sisi lain, transformasi menuju energi bersih tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama terkait investasi infrastruktur, kebijakan, serta pembentukan pasar energi terbarukan yang lebih matang.
Baca juga: Kasus Balita Tewas Tersengat Listrik Gardu PLN di Blitar, Polisi Sebut Keluarga Lalai
Oleh karena itu, sinergi antara penyedia listrik nasional dan pelaku industri besar menjadi contoh nyata bahwa jalan menuju net zero emissions bukan sekadar wacana.
Seperti ditunjukkan PLN dan BIB, aksi nyata dalam pemanfaatan energi bersih dapat menggerakkan ekonomi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Dengan langkah kolaboratif tersebut, Indonesia menunjukkan komitmen pada agenda global keberlanjutan serta mendorong praktik pertambangan modern yang lebih efisien, bersih, dan berdaya saing tinggi di tingkat internasional.
Transaksi PLN dan BIB menegaskan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia listrik dan perusahaan tambang besar di Indonesia.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya