Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Wujudkan "Green Mining", PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate

Kompas.com, 11 Februari 2026, 19:35 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

Cetak biru energi bersih 

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan REC di Indonesia menunjukkan tren signifikan.

Pada 2024, penggunaan REC meningkat lebih dari 117 persen dibandingkan 2023, dengan total konsumsi energi hijau mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh).

PLN mencatat semakin banyak perusahaan, baik global maupun nasional, memanfaatkan instrumen ini untuk mendukung target keberlanjutan mereka.

Peningkatan minat tersebut mencerminkan kesadaran industri dalam memenuhi tuntutan pemangku kepentingan untuk meminimalkan jejak karbon.

REC dinilai sebagai katalis penting dalam mempercepat pencapaian target bauran energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Baca juga: Viral Menara Listrik di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir Bandang, PLN Pastikan Masih Aman

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyambut positif keputusan BIB. 

Ia menegaskan, penjualan 23.040 unit REC tersebut menjadi pencapaian terbesar di wilayah Kalimantan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN,” katanya.

Lebih lanjut, Iwan meyakini kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur (benchmark) transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.

Dengan kualitas dan keandalan pasokan listrik yang kuat, PLN siap menopang pertumbuhan produksi dan kebutuhan listrik industri sekaligus mendukung target lingkungan yang semakin ambisius di era transisi energi.

Di sisi lain, transformasi menuju energi bersih tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama terkait investasi infrastruktur, kebijakan, serta pembentukan pasar energi terbarukan yang lebih matang.

Baca juga: Kasus Balita Tewas Tersengat Listrik Gardu PLN di Blitar, Polisi Sebut Keluarga Lalai

Oleh karena itu, sinergi antara penyedia listrik nasional dan pelaku industri besar menjadi contoh nyata bahwa jalan menuju net zero emissions bukan sekadar wacana.

Seperti ditunjukkan PLN dan BIB, aksi nyata dalam pemanfaatan energi bersih dapat menggerakkan ekonomi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Dengan langkah kolaboratif tersebut, Indonesia menunjukkan komitmen pada agenda global keberlanjutan serta mendorong praktik pertambangan modern yang lebih efisien, bersih, dan berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

Pentingnya REC dalam pertambangan hijau

Transaksi PLN dan BIB menegaskan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia listrik dan perusahaan tambang besar di Indonesia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Proyek Energi Surya dan Angin Melambat Tahun 2025
Proyek Energi Surya dan Angin Melambat Tahun 2025
LSM/Figur
6 Perusahaan Komitmen Kelola Bentang Wehea-Kelay Kaltim Secara Berkelanjutan
6 Perusahaan Komitmen Kelola Bentang Wehea-Kelay Kaltim Secara Berkelanjutan
LSM/Figur
 IPBES: Baru 1 Persen Perusahaan yang Ungkap Dampak Lingkungan
IPBES: Baru 1 Persen Perusahaan yang Ungkap Dampak Lingkungan
Pemerintah
PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia
PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia
LSM/Figur
Wujudkan 'Green Mining', PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate
Wujudkan "Green Mining", PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate
BUMN
Harga Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Perlu Dibedakan
Harga Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Perlu Dibedakan
Swasta
Rahasia Sutra Laba-Laba Terungkap, Lebih Kuat dari Baja dan Kevlar
Rahasia Sutra Laba-Laba Terungkap, Lebih Kuat dari Baja dan Kevlar
LSM/Figur
CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
LSM/Figur
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai Cisadane hingga 22 Km, KLH Ambil Sampel Air
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai Cisadane hingga 22 Km, KLH Ambil Sampel Air
Pemerintah
Dampak Polusi Suara pada Burung, Ganggu Reproduksi dan Tingkatkan Stres
Dampak Polusi Suara pada Burung, Ganggu Reproduksi dan Tingkatkan Stres
LSM/Figur
200 UMKM Jajakan Produk untuk Dipasarkan di Ritel lewat Meet The Market
200 UMKM Jajakan Produk untuk Dipasarkan di Ritel lewat Meet The Market
Pemerintah
Lantai Berkelanjutan Jadi Strategi Hotel Capai Target ESG
Lantai Berkelanjutan Jadi Strategi Hotel Capai Target ESG
LSM/Figur
Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia, Mengapa?
Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia, Mengapa?
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi hingga 16 Februari 2026
BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi hingga 16 Februari 2026
Pemerintah
Terbukti Picu Kematian Pesut Mahakam, Operasional Perushaan Dihentikan
Terbukti Picu Kematian Pesut Mahakam, Operasional Perushaan Dihentikan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau