JAKARTA, KOMPAS.com - PeHa, produk pembersih sepatu karya usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Suryadi Ilyas berhasil dijual ke seluruh wilayah Indonesia.
Surya, sapaan akrab Suryadi, menjelaskan PeHa adalah pembersih sepatu yang dikemas dalam botol 130 mililiter. Konsumen bisa membersihkan sepatunya, dengan menuangkan busa pembersih, lalu menyikat bagian yang kotor tanpa perlu dibilas air lagi.
Baca juga:
"Untuk di ritel, harga produk sabunnya saja mulai dari Rp 40.000-an. Nah, tapi kalau untuk grosir) kami jual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 tergantung kuantitasnya," ujar Surya ditemui dalam Meet The Market Road to InaBuyer 2026, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Produk kit yang terdiri dari cairan pembersih, lap mikrofiber, dan sikat dijual dengan harga Rp 60.000.
Produksinya pun masih sederhana, Surya membuat cairan pembersih sepatu dari rumahnya di Medan, Sumatera Utara.
Surya mulanya tertarik dengan dunia usaha sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Ia sempat menjual sabun cuci piring yang diproduksi mandiri, tapi terhenti kala ia berkuliah.
Usai lulus kuliah, laki-laki berusia 32 tahun ini memilih bekerja sebagai wartawan di salah satu media televisi.
"Sampai setelah Covid, mungkin dunia lebih bergeser sudut pandangnya. Saya melihat apa yang pernah saya buat dulu, saya buka lagi memori, saya pernah bikin produk-produk consumer goods," jelas Surya.
"Akhirnya saya bikin produk yang lebih layak yang lebih bisa diterima masyarakat. Terwujudlah dengan adanya produk pembersih sepatu ini," tambah dia.
Baca juga:
Merek PeHa diambil dari istilah kimia “pH” yang berkaitan dengan tingkat keasaman atau penetralan.
Menurut Surya, sejumlah pelanggan mengartikan PeHa sebagai singkatan dari Pembersih Handal. Ia pun mengakui bahwa produk ini bukan yang pertama kali ada.
"Sebelum ada produk-produk lain juga saya sudah terpikirkan cara praktis membersihkan sepatu, karena beberapa orang kan mungkin yang mobilitasnya tinggi, yang dia untuk menaruh di laundry juga belum sempat. Jadi dia itu bisa bawa ini ke mana-mana semacam mungkin semir, tapi ini bukan semir, lebih ke sabun pembersih sepatu yang praktis," papar dia.
Produk pembersih sepatu merek PeHa dijajakan di Smesco Indonesia, Rabu (11/2/2026). Sejak diluncurkan pada pertengahan 2023, produk PeHa telah terjual lebih dari 3.000 unit melalui platform e-commerce (lokapasar) dan menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.
Hal ini mendorongnya untuk terus mempromosikan PeHa, termasuk di kegiatan Meet The Market Road to InaBuyer 2026.
"Tujuannya ke sini untuk bisa mendapatkan market fix yang lebih besar, seperti modern retail, bahkan mungkin ada beberapa mitra-mitra strategisnya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bisa kami rebranding lagi produknya untuk peruntukannya untuk perusahaan-perusahaan BUMN," jelas dia.
Produk PeHa, lanjut Surya, bisa dijadikan pilihan pelengkap bagi penumpang pesawat di bandara.
Selain itu, Surya berharap produknya dapat dipajang dalam mesin penjual otomatis di area publik.
"Jadi produk-produk seperti ini bisa dikurasi, jadi bisa gampang dibeli atau dijangkau oleh masyarakat kan, terutama masyarakat Jakarta yang kegiatannya pasti di area publik," ucap Surya.
Suasana Meet The Market Road to InaBuyer 2026, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). Kendati telah menjangkau pasar nasional, Surya mengatakan, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan skala usaha dari level UMKM menuju skala yang lebih besar, strategi pejualan, dan peningkatan produksi.
Melalui kegiatan seperti Meet The Market Road to InaBuyer diharapkan, pelaku UMKM dapat bertemu dengan perusahaan besar atau mitra representatif yang dapat menggandeng mereka naik level dengan kerja sama, pendampingan, maupun investasi.
"Sejauh ini belum pernah ada kerja sama. Namun sempat untuk distribusinya lewat skema reseller, jaringan yang ya ada beberapa daerah di Indonesia," ucap Surya.
Baca juga:
Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang menjelaskan Meet The Market Road to InaBuyer 2026 melibatkan 200 pelaku UMKM.
Ia menilai, kegitan tersebut menjadi langkah awal sebelum digelarnya InaBuyer 2026, program kerja sama Kementerian UMKM dan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) yang mempertemukan UMKM potensial dengan jaringan ritel.
"Harapan kami nanti pada saat InaBuyer 2026-nya, kami sudah bisa sampaikan bahwa kami sudah berhasil memfasilitasi berapa UMKM masuk ke ritel modern dengan nilai transaksi berapa, dan ini kira-kira ke depan bisa berkembang jadi berapa," papar Doddy.
Doddy menyebutkan, pada penyelenggaraan InaBuyer 2025, tercatat potensi transaksi hingga Rp 2,1 triliun.
Melalui skema Road to InaBuyer ini, pihaknya menargetkan capaian dengan angka yang sama atau bahkan lebih tinggi.
Setiap pertemuan antara UMKM dengan pembeli dilengkapi formulir evaluasi berisi catatan dan persyaratan dari pihak ritel, lalu akan dipantau dalam kurun waktu 30 hari setelah pertemuan.
Sejauh ini ada 25 ritel dan mitra yang telah menyatakan komitmen untuk memasarkan produk UMKM terdaftar.
Smesco turut menggandeng berbagai lembaga dan institusi yang memiliki jaringan distribusi dalam hingga luar negeri termasuk yayasan dan organisasi pengekspor.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya