Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potensi Panas Bumi di Maluku dan Papua

Kompas.com, 27 Mei 2023, 13:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Indonesia diberkahi salah satu energi terbarukan yaitu panas bumi dengan potensi yang melimpah.

Melimpahnya potensi energi panas bumi di Indonesia tak lepas dari letak geografisnya yang dilewati cincin api Pasifik alias ring of fire.

Lokasi potensi energi panas bumi di Indonesia tersebar di sepanjang jalur sabuk gunung api mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Baca juga: Potensi Panas Bumi di Indonesia

Menurut Kementerian ESDM dalam Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2022, potensi energi panas bumi di Indonesia mencapai 23.766 megawatt (MW).

Wilayah di Indonesia yang memiliki potensi energi panas bumi yang besar adalah Maluku dan Papua.

Menurut Ditjen Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, potensi panas bumi di Maluku dan Papua yang sejauh ini teridentifikasi adalah 1.219 MW.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia Beserta Lokasinya

Potensi tersebut tersebar di dua provinsi di Maluku dan satu provinsi di Papua.

Berdasarkan Buku Potensi Panas Bumi yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017, ada 331 titik potensi panas bumi yang tersebar di 30 provinsi.

Dari 331 titik potensi panas bumi tersebut, sebanyak 70 di antaranya telah ditetapkan sebagai 70 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan sisanya adalah titik potensi.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): Cara Kerja, Jenis, dan Komponennya

Potensi panas bumi di Maluku dan Papua

Menurut Buku Potensi Panas Bumi yang dirilis Kementerian ESDM, berikut potensi panas bumi di Maluku dan Papua berdasarkan provinsi.

Provinsi Maluku Utara (576 MW)

  • WKP Gunung Hamiding
  • WKP Jailolo
  • WKP Songa Wayaua
  • WKP Telaga Ranu
  • Potensi Akelamo
  • Potensi Akesahu
  • Potensi Auponia
  • Potensi Bruokol
  • Potensi Ibu
  • Potensi Indari
  • Potensi Keibesi
  • Potensi Kramat
  • Potensi Labuha
  • Potensi Losseng

Provinsi Maluku (568 MW)

  • WKP Tulehu
  • WKP Wapsalit
  • Potensi Banda-Neira
  • Potensi Banda Baru
  • Potensi Batabual
  • Potensi Esulit
  • Potensi Karbubu
  • Potensi Kelapa Dua
  • Potensi Larike
  • Potensi Lurang
  • Potensi Nusa Laut
  • Potensi Oma-Haruku
  • Potensi Pohon Batu
  • Potensi Saparua
  • Potensi Taweri
  • Potensi Tehoru
  • Potensi Waesekat
  • Potensi Warmong

Provinsi Papua Barat (75 MW)

  • Potensi Kebar
  • Potensi Makbon - Sorong
  • Potensi Ransiki -Manokwari

Baca juga: Potensi Panas Bumi di Kalimantan

PLTP di Maluku dan Papua

Panas bumi adalah salah satu sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik serta tidak menghasilkan emisi.

Teknologi yang mengubah energi panas bumi menjadi listrik adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Meski memiliki potensi panas bumi, belum ada satu pun PLTP yang berdiri dan beroperasi di Maluku dan Papua.

PLTP menjadi salah satu tumpuan dalam mencapai target bauran energi baru dan terbarukan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar 23 persen pada 2025.

Baca juga: Potensi Panas Bumi di Bali dan Nusa Tenggara

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
LSM/Figur
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Pemerintah
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
LSM/Figur
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
Pemerintah
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Pemerintah
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Pemerintah
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
LSM/Figur
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Pemerintah
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Pemerintah
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Pemerintah
Dari Bahodopi, Melihat Wajah Baru Morowali setelah Hilirisasi Nikel
Dari Bahodopi, Melihat Wajah Baru Morowali setelah Hilirisasi Nikel
LSM/Figur
Padi Lokal Terancam Hilang, Masyarakat Adat Kehilangan Pengetahuan hingga Ritual
Padi Lokal Terancam Hilang, Masyarakat Adat Kehilangan Pengetahuan hingga Ritual
LSM/Figur
Gajah Indro Ditemukan Tewas di Tesso Nilo, Sempat Alami Komplikasi
Gajah Indro Ditemukan Tewas di Tesso Nilo, Sempat Alami Komplikasi
Pemerintah
MIND ID Targetkan Tekan 2 Juta Ton Emisi di Saat Hilirisasi Picu Lonjakan Kebutuhan Energi
MIND ID Targetkan Tekan 2 Juta Ton Emisi di Saat Hilirisasi Picu Lonjakan Kebutuhan Energi
BUMN
Konservasi Indonesia Ajak Artis Luncurkan Program Kawan Konservasi
Konservasi Indonesia Ajak Artis Luncurkan Program Kawan Konservasi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau