Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan SDGs 2022: Elektrifikasi Meningkat di Seluruh Dunia

Kompas.com, 11 Juli 2023, 12:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Akses masyarakat ke tenaga listrik dan bahan bakar memasak yang lebih bersih dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) telah meningkat di banyak wilayah di dunia.

Meski demikian, masih ada 675 juta orang belum tersambung ke jaringan listrik dan 2,3 miliar orang masih memasak dengan bahan bakar yang tidak aman serta menimbulkan pencemaran.

Setiap tahunnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan pencapaian SDGs. Pada Mei 2023, PBB kembali merilis capaian SDGs skala global.

Baca juga: Media Online Paling Dipercaya Pembaca soal Publikasi SDGs Perusahaan atau Merek

Salah satu tujuan SDGs adalah energi bersih dan terjangkau yang tertuang dalam tujuan nomor tujuh.

Dalam laporannya, PBB menyebutkan bahwa beberapa negara meningkatkan investasi dalam energi terbarukan.

Akan tetapi, beberapa negara masih menggantungkan atau bahkan meningkatkan ketergantungannya terhadap energi fosil, terutama batu bara.

Jika ketergantungan terhadap energi fosil masih terus berlanjut atau bahkan meningkat, transisi ke energi hijau berada dalam risiko.

Di satu sisi, untuk memastikan akses energi untuk semua orang tercapai pada 2030, PBB mendesak percepatan elektrifikasi, peningkatan investasi energi terbarukan, dan berinvestasi peningkatan jaringan listrik.

Baca juga: Laporan SDGs 2022: Perlindungan Lautan Masih Hadapi Tantangan Berat

Berikut capaian tujuan nomor tujuh SDGs yaitu energi bersih dan terjangkau pada 2022 menurut laporan dari PBB.

  • Akses listrik

91 persen populasi global telah mendapatkan akses ke tenaga listrik pada 2021. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan 2015 taitu 87 persen.

Namun, pertumbuhan akses tahunan sebesar 0,6 persen pada 2021 lebih rendah dari rata-rata tahun 2015 hingga 2019 yaitu 0,8 persen.

Akibatnya, 675 juta orang yang sebagian besar tinggal di negara tertinggal dan sub-Sahara Afrika masih kekurangan akses ke tenaga listrik pada 2021.

  • Akses energi bersih

71 persen populasi global sudah mendapatkan akses ke bahan bakar dan teknologi memasak bersih. Ini meningkat bila dibandingkan 2015 yaitu 64 persen populasi dunia.

Meski demikian, di tujuh negara sub-Sahara Afrika, hanya 10 persen populasinya yang memiliki akses ke bahan bakar dan teknologi memasak yang bersih.

Baca juga: Rheem Jalankan Empat Kebijakan Keberlanjutan SDGs

  • Energi terbarukan

Porsi sumber terbarukan dalam total konsumsi energi final mencapai 19,1 persen secara global pada 2020. Capaian ini meningkat 2,4 persen dibandingkan 2015.

Sebagian dari perkembangan ini disebabkan permintaan energi final yang lebih rendah pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19 yang mengganggu kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi di seluruh dunia.

Sektor ketenagalistrikan mengalami peningkatan perkembangan energi terbarukan. Sedangkan sektor panas dan transportasi mengalami kemajuan yang kurang signifikan dalam 10 tahun terakhir.

  • Intensitas energi

Laju peningkatan intensitas energi primer yang telah melambat dalam beberapa tahun terakhir turun menjadi 0,6 persen pada 2020.

Hal ini menjadikannya tahun terburuk untuk peningkatan intensitas energi sejak krisis keuangan global.

Perlambatan ini dipengaruhi oleh pergeseran struktur ekonomi selama Covid-19 ke arah produksi industri yang lebih intensif energi. Ditambah lagi, terjadinya rendahnya peningkatan efisiensi teknis.

  • Keuangan

Aliran keuangan publik internasional untuk mendukung energi bersih di negara berkembang mengalami tren penurunan.

Tren penurunan ini dimulai bahkan sebelum pandemi Covid-19 dan berlanjut hingga 2021. Pada 2021, aliran dananya 10,8 miliar dollar AS, turun 11 persen dari tahun 2020.

Aliran dana pada 2021 35 persen lebih rendah dari rata-rata selama dekade 2010 hingga 2019.

Baca juga: Laporan SDGs 2022: Pemberantasan Kemiskinan Ekstrem 2030 Sulit Tercapai

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
 Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
Pemerintah
Peta Risiko Penyakit Menular Lewat Air Bergeser akibat Perubahan Iklim
Peta Risiko Penyakit Menular Lewat Air Bergeser akibat Perubahan Iklim
LSM/Figur
Pasar Hijau Tembus Rp179,77 Kuadriliun, Asia Makin Dominan
Pasar Hijau Tembus Rp179,77 Kuadriliun, Asia Makin Dominan
Pemerintah
Pertamina Usul Blending SAF 1 Persen Rute Jakarta-Bali, Jaga Keseimbangan Emisi dan Harga Tiket Pesawat
Pertamina Usul Blending SAF 1 Persen Rute Jakarta-Bali, Jaga Keseimbangan Emisi dan Harga Tiket Pesawat
BUMN
Angka Vaksinasi Naik Tipis, Jutaan Anak Masih Belum Terlindungi
Angka Vaksinasi Naik Tipis, Jutaan Anak Masih Belum Terlindungi
Pemerintah
Samator Lanjutkan Revitalisasi Sungai Jagir, Targetkan Penataan Sepanjang 775 Meter
Samator Lanjutkan Revitalisasi Sungai Jagir, Targetkan Penataan Sepanjang 775 Meter
Swasta
PalmCo Dorong Pemerintah Perjelas Batas Kawasan Hutan untuk Beri Kepastian Hukum
PalmCo Dorong Pemerintah Perjelas Batas Kawasan Hutan untuk Beri Kepastian Hukum
BUMN
Emisi Melejit, Bakteri Pemakan Metana Kewalahan
Emisi Melejit, Bakteri Pemakan Metana Kewalahan
LSM/Figur
UE Tindak Tegas 27 Negara Anggota Soal Aturan Bangunan Ramah Lingkungan
UE Tindak Tegas 27 Negara Anggota Soal Aturan Bangunan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Emisi Perjalanan Penonton Piala Dunia Jauh Lebih Tinggi Dibanding Acaranya
Emisi Perjalanan Penonton Piala Dunia Jauh Lebih Tinggi Dibanding Acaranya
Pemerintah
Studi: Kebakaran Hutan Kanada Bikin Puluhan Spesies Burung di New York Lebih Sulit Ditemukan
Studi: Kebakaran Hutan Kanada Bikin Puluhan Spesies Burung di New York Lebih Sulit Ditemukan
LSM/Figur
ITB Kembangkan Pepton dari Maggot untuk Kurangi Ketergantungan Impor
ITB Kembangkan Pepton dari Maggot untuk Kurangi Ketergantungan Impor
LSM/Figur
Kebijakan Perlindungan Tanah Terbukti Sehatkan Lahan Pertanian
Kebijakan Perlindungan Tanah Terbukti Sehatkan Lahan Pertanian
Pemerintah
El Nino Bukan Vonis Kekeringan
El Nino Bukan Vonis Kekeringan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau