Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peduli Krisis Iklim, Sinarmas Land Tanam 1.270 Pohon di Tiga Wilayah

Kompas.com - 19/12/2023, 19:03 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertambahnya emisi gas rumah kaca di atmosfer bumi secara terus menerus membuat panas matahari tertahan hingga menyebabkan krisis iklim.

Berdasarkan data Program Lingkungan PBB, pada awal Oktober 2023 suhu rata-rata global naik hingga 1,8 derajat celsius, bahkan hanya berselang sebulan, tepatnya pada 17 November 2023, Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa juga mencatatkan suhu rata-rata global untuk pertama kali dalam sejarah mencapai 2 derajat celsius lebih panas.

Kondisi ini berdampak pada naiknya temperatur bumi dan menyebabkan perubahan iklim yang dapat memunculkan krisis pangan dan beragam bencana alam.

Untuk menekan dampak krisis iklim, penanaman pohon dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Kemampuan alami pepohonan untuk menyerap emisi karbon dalam durasi relatif singkat dapat berdampak signifikan bagi lingkungan.

Laporan Intergovernmental Panel Climate Change (IPCC) pada tahun 2022 menyebutkan bahwa estimasi serapan karbon pada penanaman pohon dapat mencapai 10,1 gigaton per tahun. Jumlah tersebut dapat bertambah seiring makin banyaknya kegiatan penanaman.

Baca juga: Dirut KSP: Menanam Satu Pohon Menghasilkan Rp 1,1 Juta Per Hari

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim, pada tahun 2023 Sinarmas Land telah melakukan penanaman pohon di berbagai tempat meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor.

Pada Bulan Menanam Nasional 2023 ini, perusahaan mendonasikan tanaman dan atau penanaman sebanyak 1.270 pohon.

Terdiri dari 420 pohon buah, 800 pohon pelindung, 50 pohon bambu, 220 bungkus benih sayuran termasuk 870 kantong pupuk organik dan 1.000 benih ikan air tawar.

Di Kota Tangerang Selatan, perusahaan berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan menanam sebanyak 200 pohon buah dan pelindung, 200 bungkus pupuk organik, 1.000 benih ikan tawar, serta 220 bungkus benih sayuran.

Di Kabupaten Tangerang, perusahaan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang menanam sebanyak 300 batang pohon pelindung, serta 200 bungkus pupuk organik.

Di Kabupaten Bogor, perusahaan berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPLHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Muspika Rumpin, serta berbagai komunitas lokal di antaranya The Green Rumpin, Karang Taruna Rumpin dan Paskibraka Rumpin melakukan penanaman 770 pohon yang terdiri dari pohon buah, pohon pelindung dan pohon bambu, serta 470 bungkus pupuk organik.

Baca juga: Pangkostrad Tanam 10.000 Pohon dan Lepas Liar Satwa Langka di Gunung Sanggabuana

Lokasi penanaman pohon tersebar di Desa Taman Sari, Area BPLHK, dan di kawasan bantaran sungai Cisadane Rumpin, Bogor.

Sementara penanaman 50 pohon bambu dilakukan di bantaran Sungai Cisadane, Desa Rumpin sebagai bentuk upaya pelestarian kebun-kebun bambu di Desa Rumpin yang merupakan kawasan desa kerajinan bambu.

Managing Director President Office Sinarmas Land Donny Martadisata mengatakan, bertepatan dengan Bulan Menanam Pohon Nasional setiap bulan Desember, perusahaan melakukan kegiatan penanaman pohon di sejumlah wilayah.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan membantu meminimalisasi global warming melalui kegiatan penanaman pohon.

"Semoga kegiatan penanaman pohon dapat menjadi budaya yang dikembangkan di masyarakat, demi terciptanya ekosistem yang baik bagi kehidupan dan masa depan anak cucu kita," ujar Donny, Selasa (19/12/2023).

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com