Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Provinsi dengan Bencana Terbanyak Sepanjang 2023

Kompas.com, 31 Desember 2023, 18:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Sepanjang 2023, berbagai bencana alam silih berganti menerpa sejumlah wilayah di Indonesia.

Contoh bencana yang kerap terjadi di Indonesia seperti cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, serta yang lainnya

Berbagai bencana ini tak pelak menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), tak kurang ada 4.900 bencana yang menerpa seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2023.

Dari sekian banyak bencana yang dilaporkan, ada tujuh provinsi yang mengalami bencana terbanyak dengan jumlah peristiwa di atas 200 kejadian.

Menurut data BNPB, berikut tujuh dari 38 provinsi di Indonesia yang mengalami kejadian bencana terbanyak.

Baca juga: Bencana yang Perlu Diwaspadai akibat Cuaca Ekstrem

1. Jawa Barat

Jawa Barat menjadi provinsi yang mengalami kejadian bencana paling banyak dengan 754 kejadian.

Dari berbagai bencana yang menerpa, cuaca ekstrem dan tanah longsor menjadi bencana terbanyak dengan masing-masing 317 kejadian dan 186 kejadian.

Banjir menjadi bencana paling banyak ketiga yang menerpa provinsi ini dengan 186 kejadian.

Total korban akibat bencana di Jawa Barat mencapai 125 orang yaitu 28 meninggal dunia, satu hilang, dan 96 luka-luka.

2. Jawa Tengah

Total bencana yang menerjang di Jawa Tengah mencapai 580 kejadian, menjadikannya sebagai provinsi dengan bencana terbanyak kedua di Indonesia.

Karhutla menjadi bencana terbanyak yang menerpa Jawa Tengah dengan total 176 kejadian.

Disusul cuaca ekstrem 156 kejadi dan tanah longsor dengan 122 kejadian sebagai bencana nomor dua dan tiga terbanyak.

Total korban akibat bencana di Jawa Tengah mencapai 93 orang yaitu 23 meninggal dunia, satu hilang, dan 69 luka-luka.

Baca juga: Desember Masih Puncak Musim Kemarau, Bencana di Depan Mata

3. Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan menjadi provinsi nomor tiga yang mengalami kejadian bencana paling banyak di Indonesia dengan 490 kejadian.

Karhutla mendominasi bencana yang terjadi di provinsi ini dengan 407 kejadian, disusul banjir dengan 47 kejadian dan cuaca ektrem dengan 26 kejadian.

Jumlah korban akibat bencana di Kalimantan Selatan adalah nol korban jiwa.

4. Sulawesi Selatan

Total bencana yang terjadi di Kalimantan Timur mencapai 268 kejadian, menjadikannya sebagai provinsi dengan bencana terbanyak keempat di Indonesia.

Dari berbagai bencana yang menerpa, cuaca ekstrem dan banjir menjadi bencana terbanyak dengan masing-masing 142 kejadian dan 52 kejadian.

Tanah longsor menjadi bencana paling banyak ketiga yang menerpa provinsi ini dengan 32 kejadian.

Total korban akibat bencana di Sulawesi Selatan mencapai sembilan orang yaitu tiga meninggal dunia dan enam luka-luka.

Baca juga: 5 Bencana Terbanyak di Indonesia Sepanjang 2023

5. Kalimantan Timur

Kalimantan Timur menjadi provinsi nomor lima yang mengalami kejadian bencana paling banyak di Indonesia dengan 252 kejadian.

Dari berbagai bencana yang menerpa, karhutla dan banjir menjadi bencana terbanyak dengan masing-masing 186 kejadian dan 33 kejadian.

Tanah longsor menjadi bencana paling banyak ketiga yang menerpa provinsi ini dengan 26 kejadian.

Total korban akibat bencana di Kalimantan Timur adalah satu orang meninggal dunia.

6. Aceh

Total bencana yang terjadi di Aceh mencapai 230kejadian, menjadikannya sebagai provinsi dengan bencana terbanyak nomor enam di Indonesia.

Banjir mendominasi bencana yang terjadi di provinsi ini dengan 94 kejadian, disusul karhutla dengan 77 kejadian dan cuaca ekstrem dengan 48 kejadian.

Jumlah korban akibat bencana di Aceh mencapai 18 orang yaitu delapan meninggal dunia, tiga hilang, dan tujuh luka-luka.

7. Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur menjadi provinsi yang mengalami kejadian bencana paling banyak nomor tujuh di Indonesia dengan 202 kejadian.

Karhutla mendominasi bencana yang terjadi di provinsi ini dengan 147 kejadian, disusul banjir dengan 40 kejadian dan cuaca ekstrem dengan tujuh kejadian.

Total korban jiwa akibat bencana di Kalimantan Tengah adalah 40 orang luka-luka.

Baca juga: Tak Ada Ancaman Gunung Berapi dan Tsunami, Babel Waspada Bencana Ini

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Pemerintah
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
Pemerintah
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
Pemerintah
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Pemerintah
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
LSM/Figur
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
Pemerintah
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Pemerintah
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
Pemerintah
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
LSM/Figur
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Pemerintah
RUU Pangan Dinilai Belum Cukup Antisipasi Krisis Iklim
RUU Pangan Dinilai Belum Cukup Antisipasi Krisis Iklim
LSM/Figur
Kebakaran Hutan Kalimantan: 60 Persen Habitat Orang Utan Terdampak
Kebakaran Hutan Kalimantan: 60 Persen Habitat Orang Utan Terdampak
Pemerintah
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Pemerintah
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau