Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turunkan Stunting, Banjar Jadi Percontohan Kampung KB 2024

Kompas.com, 21 April 2024, 13:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menjadikan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai percontohan "Kampung Keluarga Berencana (KB) 2024" bagi kota dan kabupaten lainnya.

"Kami sangat mengapresiasi yang telah dilakukan Bupati Banjar serta jajaran karena menjadikan semua desa dan kelurahan jadi 'Kampung KB' yang tentu berperan mencegah stunting," ujar Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, dilansir dari Antara, Minggu (21/4/2024).

Hal itu ia sampaikan saat meluncurkan program pencegahan stunting di Martapura, Jumat (19/4/2024), didampingi Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Banjar Nurgita Tiyas.

Menurut Hasto, Kabupaten Banjar menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menyiapkan kawasan khusus untuk mencegah kasus stunting atau tengkes.

Baca juga: Ini 3 Langkah Kenali Stunting Menurut Dokter Anak

Ia juga berharap keberadaan "Kampung KB" didukung seluruh masyarakat, sehingga target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mewujudkan penurunan stunting di bawah angka nasional, bisa terwujud sesuai harapan.

"Program ini membuat pekerjaan Pemkab Banjar menjadi lebih ringan karena melibatkan masyarakat pada upaya bersama menurunkan angka stunting demi mewujudkan generasi yang berkualitas," tuturnya.

Berdasarkan data dari laman resmi Pemkab Banjar (27/7/2023), penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar merupakan yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni mencapai 14,3 persen, bahkan 3 besar di tingkat nasional.

Sementara itu, Provinsi Kalsel penurunan stunting tertinggi di Indonesia yang berada pada nomor 3.

Capai target stunting

Bupati Saidi Mansyur mengatakan bahwa "Kampung KB" akan diawasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar.

"'Kampung KB' diwujudkan dan diharapkan pada masa mendatang tidak ada lagi kasus stunting, agar pemerintah pusat maupun daerah bisa lebih fokus merealisasikan program pembangunan," ujarnya.

Baca juga: BKKBN Imbau Perempuan Hamil Sebelum 35 Tahun, Demi Cegah Stunting

Menurutnya, pemerintah berfokus terhadap penanganan masalah dan isu strategis, seperti prevalensi stunting masih tinggi dan angka kelahiran menurut kelompok umur ibu.

Adapun melalui semangat gotong-royong dan kerja keras yang sudah dijalankan pemerintah baik pusat maupun daerah, kata dia, target telah berhasil dicapai dan diharapkan ke depan dapat semakin menekan stunting.

Menurut Saidi, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya seperti pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merata hingga desa serta program Promosi Komunikasi Informasi dan Edukasi.

Baca juga: Angka Prevalensi Stunting Kutai Timur Turun Jadi 16,4 Persen

Kemudian, program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang diharapkan maksimal dalam penanganan jika terjadi kasus stunting.

Adapun Pemkab Banjar berhasil menurunkan angka stunting dari 40,6 persen pada tahun 2021, menjadi 26 persen pada 2022.

“Semoga tahun 2024 bisa mencapai target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen," pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AI Bisa Modernisasi Perdagangan Asia-Pasifik, Tapi Adopsi Belum Merata
AI Bisa Modernisasi Perdagangan Asia-Pasifik, Tapi Adopsi Belum Merata
Pemerintah
Negara Asia-Pasifik Sepakati Peta Jalan Baru Atasi Krisis Iklim
Negara Asia-Pasifik Sepakati Peta Jalan Baru Atasi Krisis Iklim
Pemerintah
Paus Abu-Abu di Samudra Pasifik Terancam Punah Akibat Kelaparan Massal
Paus Abu-Abu di Samudra Pasifik Terancam Punah Akibat Kelaparan Massal
Pemerintah
Separuh Moluska Dunia Terancam Punah, Dampak Penambangan Laut Dalam
Separuh Moluska Dunia Terancam Punah, Dampak Penambangan Laut Dalam
LSM/Figur
Pertama di Dunia, Airbus Rencana Garap Mesin Pesawat Bertenaga Hidrogen Listrik
Pertama di Dunia, Airbus Rencana Garap Mesin Pesawat Bertenaga Hidrogen Listrik
Swasta
Cegah Polusi Bau, FIFGROUP Gresik-BUMDes Melirang Hidupkan Kembali Potensi Pupuk Guano
Cegah Polusi Bau, FIFGROUP Gresik-BUMDes Melirang Hidupkan Kembali Potensi Pupuk Guano
Swasta
PBB: 1 Juta Perempuan Kehilangan Akses Bantuan Kemanusiaan
PBB: 1 Juta Perempuan Kehilangan Akses Bantuan Kemanusiaan
Pemerintah
Bukan Cuma Soal Makan, Begini Agar Zat Besi Benar-benar Terserap Tubuh Anak
Bukan Cuma Soal Makan, Begini Agar Zat Besi Benar-benar Terserap Tubuh Anak
Swasta
Anemia Terus Mengintai Indonesia, Bisa Ancam Kualitas SDM
Anemia Terus Mengintai Indonesia, Bisa Ancam Kualitas SDM
Swasta
Imbas Perubahan Iklim, Kerugian Gagal Panen Global Tembus Rp 361,6 Triliun per Tahun
Imbas Perubahan Iklim, Kerugian Gagal Panen Global Tembus Rp 361,6 Triliun per Tahun
Pemerintah
PAMA dan Bharinto Ekatama Salurkan Santunan kepada 55 Anak Yatim di Tana Tidung
PAMA dan Bharinto Ekatama Salurkan Santunan kepada 55 Anak Yatim di Tana Tidung
Pemerintah
BRIN: Limbah Industri Minyak Atsiri Berpotensi Diolah jadi Biobriket Energi Biomassa
BRIN: Limbah Industri Minyak Atsiri Berpotensi Diolah jadi Biobriket Energi Biomassa
LSM/Figur
Perkuat Nilai Tambah Ekonomi Mangrove, Perempuan Pesisir di Kaltara Dilatih Olah Hasil Tambak
Perkuat Nilai Tambah Ekonomi Mangrove, Perempuan Pesisir di Kaltara Dilatih Olah Hasil Tambak
LSM/Figur
AC Bukan Jawaban Hadapi Ancaman Suhu Bumi yang Kian Memanas
AC Bukan Jawaban Hadapi Ancaman Suhu Bumi yang Kian Memanas
Pemerintah
Perkuat Pengelolaan Hutan Desa, Belantara Foundation Salurkan Bantuan untuk KUPS
Perkuat Pengelolaan Hutan Desa, Belantara Foundation Salurkan Bantuan untuk KUPS
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau