Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakai Kapal Canggih, OceanX Bakal Eksplorasi Lautan Indonesia

Kompas.com, 15 Mei 2024, 17:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Organisasi nirlaba eksplorasi laut global, OceanX, memulai misi eksplorasi di laut Indonesia.

Misi eksplorasi tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

OceanX akan memulai serangkaian ekspedisi penelitian di Indonesia dengan kapal OceanXplorer yang menjadi kapal eksplorasi, penelitian ilmiah, dan produksi media tercanggih di dunia.

Baca juga: Konservasi Laut, Pupuk Kaltim Turunkan 6.882 Terumbu Karang Sejak 2011

Setelah dari Indonesia, OceanX akan melanjutkan ekspedisi di Malaysia dan negara-negara lain di Asia Tenggara pada paruh kedua tahun 2024.

Misi tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi perairan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan pemahaman global tentang salah satu kawasan laut dengan keanekaragaman hayati paling tinggi dan berpotensi terancam di dunia.

Menteri Koordinator Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kemitraan OceanX dengan pemerintah Indonesia telah dimulai sejak akhir tahun 2022.

Dia menambahkan, Kemenko Marves dan BRIN telah menandatangani perjanjian dengan OceanX untuk memastikan kemitraan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami berharap penelitian dalam misi ini dapat mendukung kesejahteraan sosial melalui penemuan potensi inovasi dalam produk dan solusi untuk bidang-bidang seperti kedokteran atau bioteknologi. Dan yang paling penting adalah kesempatan untuk mempelajari potensi gempa bumi dan tsunami demi keselamatan umat manusia," ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: RI Bisa Rugi Rp 250 Triliun akibat Sampah Plastik di Laut

OceanX memulai misinya dari Batam, Kepulauan Riau, pada 8 Mei dan akan berlanjut hingga 25 Agustus 2024 yang berakhir di Bitung, Sulawesi Utara.

Sepanjang lima tahap misinya, OceanX, Kemenko Marves, dan BRIN akan memanfaatkan teknologi generasi terbaru, ilmu pengetahuan, penyampaian cerita yang menarik, dan pengalaman mendalam untuk mendidik, menginspirasi, dan menghubungkan dunia dengan lautan.

Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone mengaku bersemangat memulai misinya di Indonesia.

Menurutnya, perairan di Indonesia dan Asia Tenggara merupakan "kaleidoskop" kehidupan laut penuh keajaiban yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

"Perairan Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, geopolitik, budaya, dan lingkungan alam. Oleh karena itu, OceanX berkomitmen untuk memberikan wawasan berharga mengenai sumber daya penting ini," tutur Pieribone.

Baca juga: Indonesia-UEA Kerja Sama Tangani Sampah Plastik di Laut RI

"Dengan mengumpulkan data yang komprehensif, kami bertujuan untuk memperkuat pengambilan keputusan untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan, strategi konservasi yang efektif, dan upaya mitigasi proaktif untuk melindungi terhadap bencana alam di masa depan," sambungnya.

Sepanjang menjalankan misinya, tim OceanX akan melakukan penelitian ilmiah, program pendidikan, dan mengembangkan konten inspiratif yang akan meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap laut, sekaligus mengembangkan kapasitas nasional.

Penelitian akan mencakup berbagai bidang penting, termasuk investigasi zona megathrust untuk menyempurnakan model gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, akan dilakukan penelitian perikanan di Sumatera Barat untuk meningkatkan pemahaman dan memandu keputusan pengelolaan, eksplorasi potensi keanekaragaman hayati, serta penilaian dampak terhadap manusia.

Baca juga: Konektivitas Laut dan Atmosfer Berperan dalam Perubahan Iklim

Tim Indonesia

Di sisi lain, perairan Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati masih belum tereksplorasi secara maksimal, khususnya laut dalam.

Tim peneliti Indonesia yang ikut dalam misi OceanX terdiri dari perwakilan BRIN, universitas, dan Konservasi Indonesia. Mereka dipilih melalui proses permintaan partisipasi terbuka pada Januari 2023.

Proses ini memberikan kesempatan bagi seluruh peneliti Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan kapal serta tahap pemrosesan dan analisis lanjutan untuk menghasilkan output dan outcome yang signifikan.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menuturkan, sejak 2022 BRIN telah mendukung ekspedisi maritim dengan ratusan hari berlayar setiap tahunnya menggunakan armada kapal penelitian BRIN dan bermitra dengan kapal asing seperti OceanXplorer.

Baca juga: Tinggi Muka Laut RI Naik Hingga 1,2 Sentimeter per Tahun karena Perubahan Iklim

"Program ini dibuat terbuka untuk semua ilmuwan berdasarkan open call dan kolaborasi yang kompetitif. Dan skema pendukungnya dimaksudkan untuk mendorong penelitian kelautan dan pemanfaatan sumber daya kelautan di seluruh wilayah perairan Indonesia," kata Laksana.

Wakil Presiden Senior dan Ketua Eksekutif Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany mengaku sangat senang atas kemitraan antara OceanX, Pemerintah Indonesia, dan Konservasi Indonesia.

Dia menyampaikan, pihaknya ikut berkomitmen melestarikan keanekaragaman hayati laut dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

"Para ilmuwan kami akan bergabung dalam ekspedisi dengan kapal OceanXplorer yang canggih untuk meneliti kekayaan ekosistem laut Indonesia," jelas Meizani.

Meizani menambahkan, kolaborasi ini akan memajukan pengetahuan ilmiah, mendukung penciptaan kawasan perlindungan laut yang berkelanjutan, dan mendorong pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab.

Baca juga: Indonesia Paparkan Strategi Kurangi Kesenjangan Bencana Laut di Forum PBB

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Rumah Pertama ke Ketahanan Keluarga, Kala Ekosistem Hunian Bangun Rasa Aman dan Masa Depan
Dari Rumah Pertama ke Ketahanan Keluarga, Kala Ekosistem Hunian Bangun Rasa Aman dan Masa Depan
BUMN
Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia
Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia
Swasta
Pekerja Jakarta Tunda Beli Rumah, Harga Mahal Upah Pas-pasan
Pekerja Jakarta Tunda Beli Rumah, Harga Mahal Upah Pas-pasan
LSM/Figur
Meski Punya Dasar Perhitungan, Program 100 GW PLTS Hadapi Tantangan Besar
Meski Punya Dasar Perhitungan, Program 100 GW PLTS Hadapi Tantangan Besar
Pemerintah
Guru MAN di Jakarta Barat Ini Buat Inovasi Kudapan Pencegah Anemia Bagi Remaja Putri
Guru MAN di Jakarta Barat Ini Buat Inovasi Kudapan Pencegah Anemia Bagi Remaja Putri
LSM/Figur
Pasar Keuangan Berkelanjutan Diprediksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2031
Pasar Keuangan Berkelanjutan Diprediksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2031
Pemerintah
Industri Fashion Global Hadapi Risiko Finansial Jika Lambat Tanggapi Perubahan Iklim
Industri Fashion Global Hadapi Risiko Finansial Jika Lambat Tanggapi Perubahan Iklim
Pemerintah
50 Persen Padang Rumput di Seluruh Dunia Menyusut Akibat Krisis Iklim pada Akhir Abad Ini
50 Persen Padang Rumput di Seluruh Dunia Menyusut Akibat Krisis Iklim pada Akhir Abad Ini
LSM/Figur
Konfliknya dengan Manusia Makin Parah, Gajah Butuh Kantong Populasi Lebih Banyak
Konfliknya dengan Manusia Makin Parah, Gajah Butuh Kantong Populasi Lebih Banyak
LSM/Figur
PT RMU Buka Lowongan untuk Lulusan Teknik hingga Kehutanan, Ini Syaratnya
PT RMU Buka Lowongan untuk Lulusan Teknik hingga Kehutanan, Ini Syaratnya
Swasta
Tanaman Pangan Pokok Sumbang 11 Persen Deforestasi Global
Tanaman Pangan Pokok Sumbang 11 Persen Deforestasi Global
Pemerintah
Perusahaan Makanan dan Minuman Disebut Gagal Cegah Risiko 'Kerja Paksa'
Perusahaan Makanan dan Minuman Disebut Gagal Cegah Risiko "Kerja Paksa"
Swasta
Studi Ungkap Dampak Tersembunyi Industri Digital Terhadap Perubahan Iklim
Studi Ungkap Dampak Tersembunyi Industri Digital Terhadap Perubahan Iklim
Pemerintah
Krisis Iklim Tekan Program Makan Sekolah, Peneliti Stanford Soroti Dampaknya bagi Anak
Krisis Iklim Tekan Program Makan Sekolah, Peneliti Stanford Soroti Dampaknya bagi Anak
LSM/Figur
Industri Pertambangan Tak Bisa Hanya Good Mining, Harus Jadikan ESG Bagian dari Keputusan Bisnis
Industri Pertambangan Tak Bisa Hanya Good Mining, Harus Jadikan ESG Bagian dari Keputusan Bisnis
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau