Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Lenny Hidayat
Adviser

Pemerhati Ekonomi, Lingkungan dan Sosial

Potensi Pembiayaan Hijau di Era Net Zero

Kompas.com, 30 Mei 2024, 16:52 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Karena keseragaman standar ESG dan sistem pertukaran karbon yang diregulasi ketat dan jelas, pasar karbon di negara-negara maju seperti US, Jepang, Canada, Eropa, Korea, dan Singapura dapat berjalan dan memberikan insentif bagi pelaku pasar.

Untuk memenuhi kuota mereka, perusahaan multinasional bahkan sudah masuk ke Indonesia dalam rangka menangkap potensi pembelian karbon, baik dari bursa resmi atau bursa sukarela.

Namun dengan maraknya perdagangan karbon ini, satu isu yang perlu diperhatikan, yaitu isu greenwashing. Isu ini menjadi risiko utama yang paling dikhawatirkan dalam proses transisi ini.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sustainability atau yang sekarang disebut dengan istilah Environmental Social Governance (ESG) atau Standard Lingkungan Sosial dan Tata Kelola (LST) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan strategi korporasi.

Yang menjadi permasalahan adalah niat atau intensi di belakang dari operasi LST ini. Apakah hanya strategi untuk betul-betul menyelaraskan nilai dengan kepentingan publik atau memenuhi peraturan compliance atau bahkan pencitraan belaka?

Inilah salah satu alasan sedikit sekali perusahaan Indonesia yang mendapatkan status low risk di beberapa rating tingkat dunia.

Contoh Candra Asri dan Pertamina yang mendapatkan low risk setelah bertahun-tahun berusaha untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan berkontribusi terhadap sosial dan penerapan tata kelola yang baik.

Jika kita bandingkan dengan standar ESG di tingkat internasional, mereka lebih mementingkan perubahan dari sisi operasi agar dapat berkontribusi terhadap dampak lebih luas.

Hal ini membutuhkan komitmen politik dan legal dari pemerintah yang diikuti dengan transformasi dan inovasi para pemilik usaha dan pemegang saham agar prestasi LST melebihi dari status low risk di pelaporan disclosure.

Karenanya, bagi entitas yang mengadopsi penurunan emisi di luar dari cakupan bisnisnya, maka ESG harus diubah menjadi salah satu aksi untuk mengawali adaptasi dan mitigasi risiko-risiko dari perubahan iklim yang cenderung memiliki faktor lebih panjang.

Proses transisi berikutnya adalah bagaimana mengubah ESG menjadi Climate Action.
Tiga faktor kunci antara lain peningkatan standard ESG, pembiayaan masa transisi, dan kepastian regulasi dari pemerintah.

Dari sisi peningkatan standard ESG, sangat dibutuhkan agar pemerintah dan sektor swasta dapat memobilisasi investasi luar negeri.

Cakupan aksi ESG perusahaan harus lebih luas dari cakupan wilayah operasi karena sekali kena dampak seperti bocornya kapal tanker minyak, polusi limbah, akuisisi lahan, efeknya luas sekali terhadap lanskap kewilayahan.

Jalur climate action lainnya adalah memperluas praktik elemen S dan G. Salah satu contoh elemen S, intervensi dapat diperluas mencakup proses transisi SDM sekitar dan di luar wilayah operasi dalam bentuk reskilling, upskilling dalam rangka transisi penghidupan bagi masyarakat terdampak terutama kelompok marginal, perempuan dan anak-anak.

Kemudian elemen G, diwujudkan dengan penyediaan variasi pembiayaan hijau untuk mendorong inovasi UMKM agar dampak dapat lebih berkelanjutan dan masyarakat yang terbantu dapat menjadi lebih mandiri dalam mengelola inisiasi sosial ekonomi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau