Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesehatan Anak Jadi Cerminan Pembangunan Kesehatan Nasional

Kompas.com - 13/06/2024, 13:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wahyu Pudji Nugraheni mengatakan, kesehatan neonatus bayi dan balita adalah indikator penting dalam menilai kemajuan pembangunan kesehatan suatu negara.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertema "Tantangan dan Strategi dalam upaya percepatan penurunan kematian neonatal, bayi, dan balita", Rabu (12/6/2024).

Karena menjadi indikator penting, penurunan angka kematian pada neonatal, bayi, dan balita merupakan prioritas utama dalam agenda kesehatan nasional.

Baca juga: Angka Kematian Bayi di Papua Tertinggi se-Indonesia

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN NLP Indi Dharmayanti berujar, Indonesia mengalami penurunan angka kematian neonatal, bayi, dan balita dalam dua dekade terakhir.

Akan tetapi, percepatan penurunannya masih perlu dilakukan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Indonesia, dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa, masih memerlukan upaya untuk menurunkan kematian neonatal menjadi di bawah 12 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2030," kata Indi, dikutip dari situs web BRIN.

Indi menjelaskan kematian neonatal, bayi, dan balita umumnya tinggi di wilayah dengan akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang kurang memadai.

Baca juga: Angka Kematian Anak di DKI Jakarta Terendah se-Indonesia

Pemerataan pelayanan kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi strategi penting dalam upaya percepatan penurunan kematian ini.

Tantangan tersebut tidak bisa lepas dari program yang diterapkan, pembiayaan, dan sumber daya kesehatan yang tersedia.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, menurut Long Form Sensus Penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kematian bayi di Indonesia tercatat 16,85 per 1.000 kelahiran hidup.

Sedangkan menurut publikasi berjudul Mortalitas di Indonesia dari BPS, angka kematian neonatal di Indonesia adalah 9,28 per 1.000 kelahiran hidup pada 2022.

Baca juga: Angka Kematian Ibu di DKI Jakarta Terendah se-Indonesia

Sementara menurut Long Form Sensus Penduduk 2020 BPS, rata-rata angka kematian anak di Indonesia adalah 2,98 per 1.000 kelahiran hidup.

Itu artinya, ada sekitar tiga anak di Indonesia yang meninggal atau tidak dapat mencapai usia lima tahun.

Di sisi lain, angka kematian ibu di Indonesia tergolong tinggi di Asia Tenggara, menempati peringkat tiga tertinggi dari 10 negara pada 2020.

Menurut estimasi yang dilakukan sejumlah lembaga dunia, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 173 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Angka kematian ibu di Indonesia tersebut secara berurutan berada di bawah Kamboja dengan 218 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan Myanmar 179 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Baca juga: Angka Kematian Neonatal Turun 53 Persen dalam 20 Tahun

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Swasta
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Swasta
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau