Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Ekonomi Kreatif Berkelanjutan, Ekraf Academy Segera Hadir

Kompas.com, 22 Agustus 2024, 17:24 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Tahun lalu, Creative Catalyst diikuti sekitar 80 orang, dan tahun ini ditargetkan lebih kurang 90 orang.

“Kami tidak mau buat terlalu besar karena diskusinya akan jadi tidak terarah,” tambah Viandira.

Dibentuk pada tahun 2023 di Jakarta, bersamaan dengan ASEAN Summit, keberadaan ACE-YS didukung oleh Kemenko Marves, Kemenko Perekonomian, Kemenparekraf, dan Kemenlu.

Komunitas ini merupakan wadah aksi kolektif generasi muda untuk memetakan dan menghubungkan para pemain Asia dalam upaya meraih peluang global di bidang kreatif dan ekonomi digital.

Baca juga: AKI 2024 di Magelang Dorong Lahirnya Talenta Baru Ekonomi Kreatif

Adapun diskusi Timeout! Episode Spesial “Creative Economy Now: Exploring Creative Industry’s Economic and Social Impact - An Introductory Session to Ekraf Academy” juga menghadirkan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini M Paham.

Dia mengatakan, pihaknya berinisiasi dan bekerja sama dengan British Council dan ACE-YS untuk bisa mengangkat ekonomi kreatif langsung ke platform global.

“Semua orang (di bidang ekonomi kreatif) bisa punya peran lebih di tingkat global. Kami pemerintah tidak hanya tahu output-nya, tapi outcome-nya. Kegiatan ini (Ekraf Academy) tentunya positif, bisa ekonomi, sosial, dan sebagainya,” ujar Martini.

Selain itu, hadir pula sejumlah pakar industri kreatif sebagai pembicara dalam sesi yang bertema “Delving Into the Impact of Creative Economy”.

Mereka yaitu Wahyu Wijayanto sebagai Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif – Bappenas; Alexander Matius sebagai Program Director Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF); dan Ratri Ninditya sebagai Research Coordinator-Koalisi Seni.

Sebagai bagian dari program Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2024, diskusi Timeout! ini juga menyoroti program ASEAN-UK Advancing Creative Economy oleh British Council.

Inisiatif yang akan diluncurkan ini merupakan bagian dari implementasi ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint 2025, ASEAN Strategic Plan for Culture and Arts 2016-2025, dan ASEAN-UK Plan of Action 2022-2026.

Acara diskusi Timeout! hadir sebagai wadah bagi anak muda kreatif untuk beristirahat sejenak dan bertukar pikiran, terhubung, serta mengeksplorasi berbagai perspektif dengan para pakar dan praktisi industri.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: AKI 2024 di Toba Jadi Katalisator UMKM dan Ekonomi Kreatif

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
LSM/Figur
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
Pemerintah
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Pemerintah
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Pemerintah
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
LSM/Figur
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Pemerintah
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Pemerintah
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Pemerintah
Dari Bahodopi, Melihat Wajah Baru Morowali setelah Hilirisasi Nikel
Dari Bahodopi, Melihat Wajah Baru Morowali setelah Hilirisasi Nikel
LSM/Figur
Padi Lokal Terancam Hilang, Masyarakat Adat Kehilangan Pengetahuan hingga Ritual
Padi Lokal Terancam Hilang, Masyarakat Adat Kehilangan Pengetahuan hingga Ritual
LSM/Figur
Gajah Indro Ditemukan Tewas di Tesso Nilo, Sempat Alami Komplikasi
Gajah Indro Ditemukan Tewas di Tesso Nilo, Sempat Alami Komplikasi
Pemerintah
MIND ID Targetkan Tekan 2 Juta Ton Emisi di Saat Hilirisasi Picu Lonjakan Kebutuhan Energi
MIND ID Targetkan Tekan 2 Juta Ton Emisi di Saat Hilirisasi Picu Lonjakan Kebutuhan Energi
BUMN
Konservasi Indonesia Ajak Artis Luncurkan Program Kawan Konservasi
Konservasi Indonesia Ajak Artis Luncurkan Program Kawan Konservasi
LSM/Figur
Cuaca Ekstrem, Para Orang Tua di Inggris Sewa Hotel Ber-AC demi Keselamatan Bayi
Cuaca Ekstrem, Para Orang Tua di Inggris Sewa Hotel Ber-AC demi Keselamatan Bayi
Swasta
Studi: Karyawan Proaktif Ber-EQ Tinggi Punya Kinerja Lebih Baik
Studi: Karyawan Proaktif Ber-EQ Tinggi Punya Kinerja Lebih Baik
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau