Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 15 September 2024, 07:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

KOMPAS.com - PT PLN Nusantara Power (NP) fasilitas dan infrastruktur Nusantara Control Center (NuCC) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/9/2024).

Melalui fasilitas NuCC tersebut, PLN NP mengoptimalkan pengelolaan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di seluruh Indonesia.

NuCC merupakan bagian integral dari Nusantara InnoVision Center (NIC) yang berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian operasional pembangkit listrik berbasis EBT secara realtime.

Baca juga: Indonesia-Jerman Perpanjang Kerja Sama EBT untuk Kelistrikan

Dilansir dari Antara, Kamis (12/9/2024), NuCC memanfaatkan teknologi industri 4.0 dan integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, NuCC mampu meningkatkan efisiensi operasional serta produktivitas sumber daya manusia dalam mengelola pembangkit listrik di Indonesia.

Sedangkan NIC merupakan pusat visualisasi informasi korporat terintegrasi berbasis inovasi untuk memenuhi kebutuhan stakeholder dan mendukung pengambilan keputusan.

"Ini upaya mendukung komitmen pemerintah untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060," kata Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah di Surabaya.

Baca juga: Kementerian ESDM: Indonesia Butuh Investasi Rp 219 Triliun untuk EBT

Ruly menjelaskan, penguatan fasilitas ini sangat penting sebagai upaya mendukung transformasi energi di Indonesia termasuk memperkuat pengelolaan pembangkit EBT yang lebih andal dan efisien.

Penguatan pada NuCC tidak hanya fokus pada peningkatan fasilitas fisik, namun juga pengembangan infrastruktur digital termasuk peta jalan operasional yang lebih modern.

Manajemen PT PLN NP sempat melakukan peragaan operasional NuCC untuk menunjukkan kapabilitasnya dalam pengelolaan pembangkit EBT.

Peragaan yang ditampilkan di antaranya meliputi demo simulator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), demo sistem NuCC, demo pemantauan kinerja dan kesiapan pembangkit, serta demo operasional NuCC dan komunikasi.

Baca juga: Co-firing PLTU Upaya Tingkatkan Bauran EBT dengan Investasi Minim

Demo simulator PLTN menunjukkan kesiapan PLN NP dalam mengelola dan mengoperasikan PLTN dengan metode experiental learning.

Sedangkan demo sistem NuCC dan progress unit terkoneksi menunjukkan kemampuan implementasi digital PLN NP dalam pengelolaan remotisasi unit berbasis optimasi.

Sehingga, hal tersebut dapat dioptimalkan untuk pengoperasian pembangkit dari swasta atau dan optimimalisasi sumber daya pendukung.

Sementara itu, demo dashboard kinerja ditunjukkan monitoring kinerja operasi PLN NP yang sudah terintegrasi realtime dengan implementasi digital antara operasional dan kinerja.

Hal tersebut dapat mendukung keberlanjutan suplai energi listrik dan keamanan sistem.

Baca juga: Pertamina NRE Targetkan Pembangkit EBT Capai 6 GW pada 2029

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Startup Ekonomi Sirkular Ciptakan Peluang di Pasar yang Sulit Ditembus
Startup Ekonomi Sirkular Ciptakan Peluang di Pasar yang Sulit Ditembus
Pemerintah
93 Persen Habitat Paus dan Lumba-lumba di Barat Sumatera di Luar Area Lindung
93 Persen Habitat Paus dan Lumba-lumba di Barat Sumatera di Luar Area Lindung
LSM/Figur
Pemakaian Obat Kutu Hewan Bisa Berdampak pada Lingkungan
Pemakaian Obat Kutu Hewan Bisa Berdampak pada Lingkungan
Swasta
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Pemerintah
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
LSM/Figur
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
LSM/Figur
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
Pemerintah
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
Swasta
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Pemerintah
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Swasta
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pemerintah
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
Pemerintah
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Pemerintah
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Pemerintah
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau