Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masuk 500 Besar Perusahaan Terbaik Versi TIME, Intip Strategi ESG Astra

Kompas.com, 16 September 2024, 20:19 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk masuk ke dalam daftar perusahaan terbaik di dunia tahun 2024 versi majalah TIME dan Statista.

Dari 1.000 perusahaan terbaik di dunia yang masuk dalam daftar, Astra International mendapatkan peringkat ke-435 dengan skor 87,54.

Pemeringkatan tersebut didasarkan dari tiga dimensi utama yakni survei kepuasan karyawan; pertumbuhan pendapatan; dan data lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) perusahaan.

Head of Corporate Communications Astra International, Boy Kelana Soebroto mengatakan, keberlanjutan telah menjadi fokus Astra melalui kontribusi sosial selama bertahun-tahun.

Baca juga: 20 Perusahaan Global Paling Sustain Versi Majalah TIME, Siapa 20 Teratas?

“Astra senantiasa mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan yang didasarkan pada Catur Dharma sebagai core values perusahaan,” ujar Boy kepada Kompas.com, Senin (16/9/2024).

Hal ini, kata dia, menjadikan keberlanjutan sebagai fokus utama Grup Astra, dengan strategi Triple-P Roadmap (Portfolio, People, & Public Contribution) sebagai landasan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Astra 2030 Sustainability Aspiration

Boy menjelaskan, perusahaan yang berdiri pada 1957 itu terus berupaya menjalankan berbagai inisiatif pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola di seluruh lini bisnisnya.

“Astra memiliki kinerja yang cukup baik selama ini pada sosial dan governance,” ujarnya.

Saat ini, ia mengatakan pihaknya tengah melangkah lebih jauh dalam perjalanan keberlanjutan, memadukan fokus pada masyarakat dengan fokus pada iklim dan planet.

“Serta mentransformasikan Astra menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan seiring dengan beralihnya dunia menuju masa depan rendah karbon,” kata Boy.

Baca juga: Strategi Astra Dukung Transportasi Bebas Emisi di Indonesia

Menurutnya, Astra kini juga menghadapi dampak lingkungan dalam konteks yang lebih luas, dengan berkontribusi pada tantangan perubahan iklim melalui Astra 2030 Sustainability Aspirations yang diluncurkan pada Mei 2022.

“Melalui Astra 2030 Sustainability Aspiration, Astra memadukan fokusnya pada masyarakat dengan fokus pada iklim dan planet,” terang dia.

Hal ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia serta mendukung kesejahteraan sosial masyarakat yang inklusif.

Terkini, kata dia, pencapaian Astra Sustainability Aspirations pada tahun 2023 sudah cukup baik dan mulai mendekati target tahun 2030.

Strategi Triple-P Roadmap

Dikutip dari laman resmi, Senin (16/9/2024), Astra 2030 Sustainability Aspirations terbagi menjadi tiga poin P (Triple-P).

Pertama, poin Portfolio Roadmap, Sustainable & Resilience, menunjukkan kemajuan sejak perhitungan 2023 yang mulai mendekati 2030.

Seperti, menurunkan emisi gas rumah kaca Grup Astra scope 1 dan 2 (dari baseline 2019) sebesar 13,96 persen pada 2023, dari target 30 persen pada 2030.

Baca juga: Lewat SATU Indonesia Awards, Astra Apresiasi Kontribusi Generasi Muda

Lalu, meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 44,63 persen dari target 50 persen pada 2030. 

Selain itu, Astra sudah melakukan daur ulang dan recovery limbah padat sebesar 98,67 persen dari target 99 persen. Serta masih banyak praktik lainnya.

Selanjutnya, pada poin People Roadmap,
Diverse & Inclusive, Astra juga mencatat pencapaian yang baik.

Dari segi Keberagaman dan inklusivitas karyawan yang berfokus pada gender, pada 2023, Astra telah mengadakan Gender Diversity & Inclusion for Leaders, Women Leaders Development Program, employer branding terkait keberagaman dan inklusivitas.

Kemudian, target zero fatality tenaga kerja dan pengurangan 60 persen tingkat lost-time injury karyawan Grup Astra dari baseline 2019, telah dicapai pada 2023 dengan pengurangan 64 persen.

Baca juga: Astra Infra Komitmen Jaga Lingkungan, Pakai EBT dalam Operasionalnya

Terakhir, pada poin Public Contribution Roadmap, Empowering Communities, pada 2023, terdapat 2,27 juta penerima manfaat melalui program pengembangan masyarakat, dari target 2,5 juta di 2030.

“Kami terus memperkuat tata kelola perusahaan kami dengan standar Internasional,” pungkas Boy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau