Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 Desember 2024, 21:08 WIB
Sri Noviyanti,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Program lainnya adalah pembangunan sarana air bersih (Water Treatment Plant) berbasis green energy, dan pengembangan Desa Budaya Lung Anai yang berhasil terangkat potensi ekonominya memanfaatkan olahan kakao menjadi cokelat siap makan sebagai wujud pemberdayaan masyarakat Dayak Kenyah di area penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lalu, pada sektor pendidikan terdapat program beasiswa S1, program pendidikan kesetaraan paket A,B, dan C, serta kemandirian ekonomi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera Desa Sungai Payang yang membidik warga di area lingkar operasional.

Baca juga: Solusi Air Bersih di Desa Sungai Payang, Begini Upaya MMSGI Dorong Kesejahteraan Warga

Program lainnya adalah Pangan untuk Penghijauan, Pemberdayaan BUMDes Sumber Purnama Desa Loh Sumber, Pengembangan Industri Pertukangan Berbahan Kayu Lokal, dan penanganan stunting.

Wijayono menyebut, setidaknya pihaknya memprioritaskan 11 dari 17 poin pada pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang ada.

Poin-poin tersebut adalah SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesejahteraan Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 7 ( Energi Bersih dan Terjangkau), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Baca juga: Lewat Upaya Sinergi, MMSGI Sukses Optimalkan Potensi Desa Budaya dan Produk Kakao di Lung Anai

Lalu, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Dengan mengedepankan program pemberdayaan masyarakat, kami berkomitmen terhadap program yang kami prioritaskan di area ring 1,2, dan 3 pada wilayah operasional,” terangnya.

Tak hanya itu, perusahaan yang dinaunginya itu juga membeli unit karbon pada perdagangan perdana IDX Carbon pada September 2023 untuk offset emisi kantor MHU pada site.

Terstruktur dan punya parameter keberhasilan

Sejak awal menjalani komitmennya untuk menjalankan prinsip ESG, MMSGI memang tak main-main. Segala program yang telah dijalankan pun terukur secara detail bagaimana dampak sosial dan lingkungannya.

Untuk kebutuhan tersebut, MMSGI menggunakan metodologi Social Return on Investment (SROI).

Baca juga: Lewat Upaya Sinergi, MMSGI Sukses Optimalkan Potensi Desa Budaya dan Produk Kakao di Lung Anai

Kemudian, ada pula implementasi metode Sustainable Livelihood Approach (SLA) untuk mengukur dampak program terhadap kualitas hidup masyarakat sekitar tambang.

Adapun SROI digunakan MMSGI untuk menilai manfaat sosial dalam satuan moneter, memberikan gambaran jelas tentang dampak investasi sosial. Sementara itu, SLA membantu memastikan aspek keberlanjutan—ekonomi, sosial, dan lingkungan—dapat diukur secara holistik.

“Kedua metode ini efektif dalam menilai keberhasilan program, mengidentifikasi ruang perbaikan, dan memastikan keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.

Untuk diketahui, seluruh upaya terkait ESG oleh MMSGI dilaporkan secara berkala dan sukarela serta dinilai (ESG Score) oleh lembaga rating kelas dunia, S&P Global.

Penilaian tersebut diupayakan MMSGI terhitung dalam tiga tahun terakhir sebagai komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh bisnisnya untuk mewujudkan Good Corporate Citizen.

Baca juga: Wujudkan Komitmen terhadap Pelestarian Lingkungan, MHU-MMSGI Raih Proper Hijau 2023

Pada publikasi yang dibuat pada April 2024, MMSGI menyebut bahwa dukungan untuk BUMDes Payang Sejahtera mendapat nilai 4,27 menggunakan metode SROI.

Lalu, untuk kelompok pertukangan kayu Koetai Harapan Utama mendapat nilai SROI 5,23, dan untuk kelompok Ternak Lestari menghasilkan nilai SROI 5,03.

Nilai SROI tersebut dapat dimaknai bahwa setiap Rp 1 yang dikeluarkan perusahaan memiliki tingkat pengembalian sosial sebesar Rp 4-5. Hal ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan tergolong sangat baik dan bermanfaat secara ekonomi. Hal ini juga merupakan indikator keberlanjutan dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) tersebut secara mandiri.

“Nilai SROI hingga lima kali lipat melalui program pemberdayaan masyarakat, seperti pendidikan, pelatihan kerja, dan pembangunan infrastruktur lokal, membuktikan upaya baik kami berdampak,” tambah Wijay.

Bagi pihaknya, menciptakan pendapatan berkelanjutan (sustainable income) atau mata pencaharian yang lestari (sustainable livelihood) adalah salah satu fondasi penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Komitmen Dorong Kemandirian Ekonomi, PPM MHU Sabet Tamasya Award 2024

Momen pembebasan lahan sering kali memberikan keuntungan yang sifatnya instan atau sementara, kata dia. Sementara tantangannya adalah bagaimana manfaat tersebut dapat dimaksimalkan untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Nah (di sinilah) pendekatan berbasis SROI memainkan peran penting dalam mengukur nilai perubahan yang dihasilkan oleh program atau intervensi tertentu. SROI tidak hanya menghitung keuntungan finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas,” jelasnya.

Dengan demikian, program yang dirancang dengan prinsip SROI memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan, memastikan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi sumber daya yang terus menggerakkan perekonomian lokal.

“Yang terpenting dalam seluruh proses ini adalah memastikan bahwa setiap upaya peningkatan pendapatan atau mata pencaharian benar-benar fokus pada keberlanjutan. (Jadi), bukan sekadar memberikan keuntungan sesaat, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung masyarakat untuk berkembang secara mandiri di masa depan,” ujarnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Swasta
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
LSM/Figur
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
LSM/Figur
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Pemerintah
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Swasta
Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor
Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor
BrandzView
Kualitas Udara dan Air di China Meningkat pada 2025
Kualitas Udara dan Air di China Meningkat pada 2025
Pemerintah
KPA Catat 404 Ledakan Konflik Agraria, Reforma Agraria Belum Jadi Prioritas
KPA Catat 404 Ledakan Konflik Agraria, Reforma Agraria Belum Jadi Prioritas
LSM/Figur
Tahu Banyak Orang Peduli Aksi Iklim, Mengapa Tetap Enggan Berubah? Ini Penelitiannya
Tahu Banyak Orang Peduli Aksi Iklim, Mengapa Tetap Enggan Berubah? Ini Penelitiannya
LSM/Figur
Nyamuk Lebih Pilih Darah Manusia akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Nyamuk Lebih Pilih Darah Manusia akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati
LSM/Figur
Microsoft Beli 2,85 Juta Kredit Karbon, Disebut Terbesar di Dunia
Microsoft Beli 2,85 Juta Kredit Karbon, Disebut Terbesar di Dunia
Swasta
Gugatan KLH Soal Banjir Sumatera, Menteri LH Sebut Tak Boleh Diam Ketika Lingkungan Rusak
Gugatan KLH Soal Banjir Sumatera, Menteri LH Sebut Tak Boleh Diam Ketika Lingkungan Rusak
Pemerintah
Tumbuhan Ungkap Karakter Iklim dan Tanah Suatu Tempat
Tumbuhan Ungkap Karakter Iklim dan Tanah Suatu Tempat
Swasta
IWIP Target Pangkas 4 Juta CO2 per Tahun lewat PLTS hingga Truk Listrik
IWIP Target Pangkas 4 Juta CO2 per Tahun lewat PLTS hingga Truk Listrik
Swasta
Polusi Udara Dalam Ruangan Tingkatkan Risiko Kematian Dini
Polusi Udara Dalam Ruangan Tingkatkan Risiko Kematian Dini
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau