Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Liverpool FC Kurangi Emisi Sebesar 89 Persen, Beri Contoh bagi Dunia Olahraga

Kompas.com, 24 April 2025, 19:35 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Liverpool FC telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mengurangi jejak karbon mereka.

Klub sepak bola tersebut berhasil mengurangi emisi Scope 1 sebesar 89 persen sejak musim 2019/2020.

Mereka juga telah juga mengonfirmasi penurunan emisi Scope 3 sebesar 17 persen dalam periode waktu yang sama.

Emisi Scope 1 merupakan emisi gas rumah kaca yang berasal langsung dari sumber-sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh organisasi.

Sedangkan Emisi Scope 3 adalah emisi gas rumah kaca yang merupakan konsekuensi dari aktivitas organisasi, tetapi berasal dari sumber-sumber yang tidak dimiliki atau dikendalikan oleh organisasi tersebut.

Klub Liga Primer tersebut mengonfirmasi pencapaian penting itu dalam laporan tahunan terbarunya mengenai kemajuan menuju target keberlanjutan yang ditetapkan dalam strategi ‘The Red Way’ mereka.

Liverpool FC sendiri memiliki target yang jelas dan ambisius untuk mengurangi dampak iklim mereka dengan memangkas separuh emisi di seluruh lingkup pada tahun 2030, menggunakan musim 2019/20 sebagai acuan.

Baca juga: Emisi Karbon Industri Sepak Bola Dunia Setara dengan Satu Negara

Laporan terbaru mereka menunjukkan bahwa mereka telah membuat kemajuan awal yang signifikan dengan mencapai pengurangan sebesar 15 persen hingga saat ini.

Mengutip Edie, Kamis (24/4/2025), penurunan yang signifikan dalam emisi Scope 1 merupakan faktor utama yang berkontribusi pada pencapaian pengurangan emisi sebesar 15 persen secara keseluruhan.

Dan penurunan sebesar 89 persen menunjukkan keberhasilan mereka dalam mengurangi dampak lingkungan langsung dari kegiatan operasional klub selama musim 2023/2024 dibandingkan dengan musim 2019/20.

Lebih lanjut salah satu tindakan konkret yang diambil klub untuk mengurangi emisi Scope 1 adalah beralih ke tarif gas ramah lingkungan (green gas tariff).

Artinya, klub membeli gas alam yang diproduksi dari sumber-sumber terbarukan atau diimbangi melalui proyek-proyek lingkungan, sehingga mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) yang terkait dengan penggunaan gas alam.

Klub juga beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berinvestasi dalam teknologi hemat energi serta program untuk mendorong perilaku yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu klub telah mencatat nol emisi Scope 2 (terkait listrik) selama beberapa tahun terakhir.

Mereka memperoleh 96 persen energinya dari sumber terbarukan dan rendah karbon lainnya selama musim 2023/24, menggunakan kombinasi solusi tenaga surya di lokasi dan listrik yang dibeli.

Pengurangan Emisi Scope 3

Liverpool FC telah mencatat pengurangan sebesar 17 persen dalam emisi Scope 3 sejak musim dasarnya.

Emisi Scope 3 mencakup lebih dari 80 persen dari total jejak emisi klub, yang menjadikan pengurangan itu sangat penting untuk pencapaian target tahun 2030.

Baca juga: Bagaimana UEFA Membuat Sepak Bola Eropa Berkelanjutan?

Liverpool FC secara aktif berupaya mengurangi dampak lingkungan dari perjalanan mereka, yang merupakan bagian penting dari emisi Scope 3 mereka.

Ini ditunjukkan dengan menerapkan kebijakan perjalanan berkelanjutan yang baru selama musim 2023/2024. Kebijakan ini berlaku di seluruh organisasi klub.

Penerbangan charter domestik telah diganti dengan transportasi darat sebisa mungkin, dan bus tim telah beralih ke bahan bakar nabati (HVO).

Untuk penerbangan charter domestik yang masih ada, klub telah berinvestasi dalam insetting melalui pembelian bahan bakar penerbangan alternatif (SAF).

Meskipun SAF tidak digunakan secara langsung dalam penerbangan Klub, mereka telah menambahkan jumlah yang setara ke dalam pasar bahan bakar penerbangan.

Oleh karena itu, mereka mengklaim manfaat karbon menggunakan pendekatan ‘Book and Claim’, sesuai dengan GHG Protocol.

Pada musim 2023/24, penerbangan carter tim domestik menyumbang 0,1 persen dari total jejak emisi Klub.

Sumber emisi yang jauh lebih besar termasuk pembangunan kembali Tribun Anfield Road (22 persen dari total) dan perjalanan penggemar (hampir 20 persen).

“The Red Way lebih dari sekadar strategi. Ini adalah prioritas utama bagi klub dan tertanam dalam setiap aspek bisnis," ungkap Rishi Jain, director of impact Liverpool.

“Kami telah menetapkan target yang ambisius, termasuk mencapai nol emisi pada tahun 2040, dan kami memahami bahwa kami sedang dalam perjalanan dan masih banyak yang harus dilakukan. Laporan ini merupakan perayaan atas seberapa jauh kami telah melangkah dan menegaskan komitmen kami untuk melangkah lebih jauh lagi.” tambahnya.

Baca juga: Atasi Emisi karena AI, Big Tech Andalkan Nuklir dan Carbon Capture

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Pemerintah
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Pemerintah
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
Pemerintah
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Pemerintah
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
LSM/Figur
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Pemerintah
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Pemerintah
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
LSM/Figur
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Pemerintah
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
LSM/Figur
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Pemerintah
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau