Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Herman Agustiawan
Anggota DEN 2009-2014

Anggota Dewan Energi Nasional periode 2009-2014

Surplus Gas yang Semu

Kompas.com, 7 Mei 2025, 07:30 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Ketersediaan infrastruktur gas masih sangat terbatas, terutama di wilayah timur Indonesia. Hambatan geografis, seperti kondisi alam dan lokasi ladang gas yang berada di laut dalam serta di daerah terpencil, semakin menyulitkan pembangunan dan pengoperasian jaringan distribusi gas yang efektif.

Indeks Ketahanan Energi vs Realitas Ekonomi

Dewan Energi Nasional (DEN) melaporkan Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia tahun 2023 sebesar 6,64 (kategori "tahan"). Penilaian ini berdasarkan empat aspek (4A): Availability (Ketersediaan) Accessibility (Aksesibilitas), Affordability (Keterjangkauan) dan Acceptability (Penerimaan).

Namun, kategori ini patut dipertanyakan karena konsumsi energi per kapita masyarakat Indonesia masih rendah, baik dalam bentuk BBM, BBG maupun Listrik. Sehingga, kategori “tahan” di atas menjadi diragukan atau “semu” (pseudo).

Sebagai perbandingan, konsumsi listrik Indonesia kini sekitar 1.400 kWh per kapita, jauh lebih rendah dibandingkan Singapura (9.576 kWh), Malaysia (5.404 kWh), Thailand (3.067 kWh), dan (bahkan) Vietnam (2.507 kWh).

Rendahnya konsumsi energi ini diperparah oleh fenomena deindustrialisasi yang terjadi sebelum Indonesia benar-benar menjadi negara industri. Hal ini ditandai dengan penurunan kontribusi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Potensi Ekonomi Industri Manufaktur Energi Terbarukan Rp 8.824 triliun, 40 Persen PDB

Kontribusi industri terhadap PDB menurun drastis dari 27,8 persen (2008) menjadi 18,67 persen (2023). Penurunan ini mencerminkan melemahnya peran sektor industri dalam perekonomian nasional.

Banyak penutupan atau relokasi pabrik ke negara tetangga karena biaya energi di Indonesia lebih mahal.

Penghentian pabrik-pabrik ini telah berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan ribu pekerja.

Menurut IMF, Indonesia kini memiliki tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN (5,2 persen) per April 2024. Sementara, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Thailand memiliki angka pengangguran lebih rendah dari Indonesia, bahkan jika dibandingkan dengan AS dan Inggris sekalipun.

Dampak Harga Gas pada Industri

Harga gas industri di Indonesia adalah yang termahal di ASEAN. Sebagai perbandingan, harga di Malaysia adalah 4,5 dollar AS, Thailand 5,5 dollar AS, dan Vietnam 6,39 dollar AS per MMBtu.

Melalui Perpres No. 121/2020, pemerintah telah menetapkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 6 dollar AS/MMBtu untuk industri tertentu.

Peraturan HGBT ini kemudian diperpanjang selama lima tahun ke depan melalui Kepmen ESDM No. 76.K/MG.01/MEM.M/2025.

Dalam keputusan ini, HGBT ditetapkan naik menjadi 6,5 dollar AS per MMBtu untuk industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku, dan 7 dollar AS per MMBtu untuk industri yang menggunakan gas sebagai bahan bakar.

Dalam pelaksanaan kebijakan ini terjadi beberapa masalah, antara lain kuota yang tidak terpenuhi, biaya tambahan (surcharge) dan penurunan pasokan gas domestik.

Beberapa industri melaporkan bahwa kuota gas yang diterima hanya sekitar 60–75 persen dari kebutuhan mereka.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
LSM/Figur
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
LSM/Figur
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Pemerintah
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Pemerintah
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Swasta
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Pemerintah
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
LSM/Figur
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Pemerintah
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
LSM/Figur
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
LSM/Figur
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
LSM/Figur
Saat Petani Nilam di Aceh mulai “Bankable”, Ini Peran Data dalam Inklusi Keuangan
Saat Petani Nilam di Aceh mulai “Bankable”, Ini Peran Data dalam Inklusi Keuangan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau