Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jual Kucing Kuwuk lewat Jalur Darat, Pria di Sumatera Utara Ditangkap

Kompas.com, 24 Februari 2026, 06:15 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laki-laki berinisial SD (28) ditangkap di Sumatera Utara lantaran melakukan jual-beli kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang dilindungi.

Pelaku ditangkap oleh petugas gabungan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sumatera dan Koordinator Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Polda Sumatera Utara.

Baca juga:

Saat itu SD hendak mengirimkan satwa melalui jasa transportasi darat di Kota Medan, Minggu (22/2/2026).

“Proses penindakan terhadap pelaku SD berlangsung kooperatif setelah petugas menunjukkan bukti-bukti kuat terkait aktivitas perdagangan ilegal yang dilakukan pelaku melalui Facebook," kata Kepala Balai Gakkum Kehutanan Sumatera, Hari Novianto dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Pria di Sumut ditangkap karena jual-beli kucing kuwuk

Terlibat sindikat perdagangan satwa liar dilindungi

Seorang pria di Sumatera Utara ditangkap karena memperdagangkan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang dilindungi.Dok. Wikimedia Commons/Ridho Illyasa Seorang pria di Sumatera Utara ditangkap karena memperdagangkan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang dilindungi.

Hari menekankan bahwa petugas tidak akan memberi ruang bagi pemburu dan pedagang satwa dilindungi

Ia menambahkan, penangkapan SD menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan perdagangan satwa dilindungi yang lebih luas.

"Kami telah memerintahkan penyidik untuk mendalami peran pelaku dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam mata rantai sindikat perdagangan satwa liar dilindungi di wilayah Sumatera Utara," kata Hari.

Hari menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan masyarakat. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi kejadian di Jalan Tahi Bonar Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal.

Di lokasi, petugas menemukan enm ekor kucing kuwuk yang disembunyikan di dalam kardus dengan kondisi memprihatinkan.

Setelah diamankan, keenam satwa tersebut langsung diidentifikasi oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Guna memastikan kesehatan dan sifat liarnya terjaga, satwa tersebut dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau