Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Partisipasi dan Representasi Politik Perempuan di Indonesia

Kompas.com, 22 September 2023, 14:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia perlu meningkatkan ruang partisipasi dan representasi politik perempuan di parlemen agar suara mereka terfasilitasi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam seminar bertajuk "Suksesi Suara Pemilih Pemula untuk Pemilu 2024" pada Rabu (20/9/2023).

Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Indonesia berada pada angka 76,59.

Baca juga: Dukung Perempuan NTT, Sivitas Akademika Sanur Gelar Pameran “Dari Perempuan, Oleh Perempuan, Untuk Dunia”

Bintang memaparkan, angka tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam 10 tahun terakhir.

Kurangnya peningkatan pemberdayaan gender di Indoneisa tersebtu salah satunya adalah belum optimalnya keterwakilan perempuan di parlemen.

"Salah satu faktornya tentu adalah angka partisipasi perempuan di parlemen yang masih rendah, bahkan 26 provinsi berada dibawah angka rata-rata nasional," kata Bintang dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPR RI masih sebesar 20,8 persen atau hanya terdapat 120 anggota legislatif perempuan dari 575 anggota.

Baca juga: Memberdayakan Perempuan, Memutus Rantai Kerja Ilegal dan Kemiskinan

Jumlah tersebut meningkat sedikit meningkat pada 2021 menjadi 123 orang atau 21,39 persen karena hasil Pergantian Antar Waktu (PAW).

Persentase ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia, namun masih jauh dari angka afirmasi yakni 30 persen.

Bintang menuturkan, kurangnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif cukup berpengaruh terhadap kebijakan yang masih kurang responsif gender.

"Yang belum mampu merespons persoalan-persoalan utama yang dihadapi oleh perempuan dan anak serta kelompok rentan lainnya," tutur Bintang.

Baca juga: Tanpa Kesetaraan Gender, 340 Juta Perempuan Rawan Miskin

Menurutnya, sebagai salah satu negara demokrasi besar di dunia, Indonesia sudah sepatutnya meningkatkan ruang partisipasi dan representasi politik perempuan agar terfasilitasi dengan baik.

Sistem politik demokrasi menuntut kehadiran sistem perwakilan yang inklusif. Lembaga perwakilan yang dipilih melalui pemilu diisi oleh wakil-wakil yang mencerminkan masyarakat yang diwakilinya, salah satunya dari segi gender.

Selain itu, Indonesia juga ikut menyepakati Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu dari 17 tujuan yang ingin dicapai SGDs pada 2030 adalah kesetaraan gender.

Baca juga: Perempuan Berperan Penting untuk Gerakkan Ekonomi

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
WHO Rilis Rekomendasi Makanan Sehat untuk Sekolah di Seluruh Dunia
WHO Rilis Rekomendasi Makanan Sehat untuk Sekolah di Seluruh Dunia
Pemerintah
Wadhwani Foundation Perluas Dampak Program Ketenagakerjaan di Indonesia
Wadhwani Foundation Perluas Dampak Program Ketenagakerjaan di Indonesia
LSM/Figur
UT School Gandeng Pemkab Sumbawa Barat dan AMNT, Siapkan SDM Tersertifikasi
UT School Gandeng Pemkab Sumbawa Barat dan AMNT, Siapkan SDM Tersertifikasi
Swasta
Cara Mengajak Orang Peduli Perubahan Iklim, Ini Temuan Studi Terbaru
Cara Mengajak Orang Peduli Perubahan Iklim, Ini Temuan Studi Terbaru
LSM/Figur
KLH Selidiki Longsor Cisarua, Dalami Dugaan Pelanggaran Lingkungan
KLH Selidiki Longsor Cisarua, Dalami Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Pemerintah
Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion
Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion
Swasta
Elon Musk Ingin Bangun Pusat Data AI di Ruang Angkasa, Dinilai Lebih Efisien
Elon Musk Ingin Bangun Pusat Data AI di Ruang Angkasa, Dinilai Lebih Efisien
Swasta
Hari Primata Indonesia, Kenali Primata Apa Saja yang Dilindungi
Hari Primata Indonesia, Kenali Primata Apa Saja yang Dilindungi
Pemerintah
Migrasi Burung Rusia dan China ke Jawa Timur Bisa Terancam Dampak Krisis Iklim
Migrasi Burung Rusia dan China ke Jawa Timur Bisa Terancam Dampak Krisis Iklim
LSM/Figur
Plastik Biodegradable Bisa Kurangi Polusi, tapi Ada Dampak Tersembunyi
Plastik Biodegradable Bisa Kurangi Polusi, tapi Ada Dampak Tersembunyi
LSM/Figur
Burung Rusia dan China Migrasi ke Jawa Timur, Alih Fungsi Lahan Basah Ancam Habitatnya
Burung Rusia dan China Migrasi ke Jawa Timur, Alih Fungsi Lahan Basah Ancam Habitatnya
LSM/Figur
Akademisi UI Soroti Alih Fungsi Lahan di Cisarua, Bertambah 52 Hektar per Tahun
Akademisi UI Soroti Alih Fungsi Lahan di Cisarua, Bertambah 52 Hektar per Tahun
LSM/Figur
Bencana di Indonesia Dinilai Akan Jadi Rutinitas dan Mudah Diprediksi
Bencana di Indonesia Dinilai Akan Jadi Rutinitas dan Mudah Diprediksi
LSM/Figur
DSC Salurkan Hibah Rp 2,5 Miliar, Ada UMKM Inovasi Alat Penyerap Karbon Berbasis Mikroalga
DSC Salurkan Hibah Rp 2,5 Miliar, Ada UMKM Inovasi Alat Penyerap Karbon Berbasis Mikroalga
Swasta
Dedi Mulyadi Rencanakan Hutan Bambu di Lahan Longsor Cisarua, Ahli Ingatkan Tak Cukup Sekadar Tanam
Dedi Mulyadi Rencanakan Hutan Bambu di Lahan Longsor Cisarua, Ahli Ingatkan Tak Cukup Sekadar Tanam
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau